Demonstrasi Kontekstual: Hasil Telaah Rancangan Pembelajaran Menggunakan Prinsip UbD
TELAAH RANCANGAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PRINSIP UbD
(Understanding by Desain)
1.2 RUBRIK CHECKLIST PERANCANGAN PEMBELAJARAN DENGAN PRINSIP UbD
|
Item Pernyataan |
Sudah |
Belum |
|
Langkah 1.
Menentukan Tujuan Pembelajaran |
||
|
Saya
mengidentifikasi sasaran pembelajaran dan fokus pada pemahaman konsep yang
mendalam dan penerapan pengetahuan dalam konteks nyata. |
v |
|
|
Saya
menentukan pemahaman utama yang mencakup inti dari pembelajaran dan evaluasi
pemahaman peserta didik. |
v |
|
|
Saya
mengidentifikasi kemampuan penting yan fokus pada keterampilan yang relevan
dengan konten pembelajaran dan dapat diterapkan di kehidupan nyata. |
v |
|
|
Saya
merumuskan pertanyaan esensial yang mendorong peserta didik untuk menjelajahi
konsep-konsep dan merumuskan pemahaman mereka sendiri. |
v |
|
|
Saya
menentukan kriteria keberhasilan capaian pembelajaran. |
v |
|
|
Saya
merumuskan tujuan pembelajaran dalam berbagai kategori kemampuan peserta
didik. |
v |
|
|
Langkah 2.
Menentukan Asesmen Pembelajaran |
||
|
Saya
mengidentifikasi bukti kinerja atau produk yang dapat menunjukkan pencapaian
tujuan pembelajaran. |
v |
|
|
Saya
merancang rubrik penilaian yang jelas dan terukur untuk setiap jenis bukti
kinerja. |
v |
|
|
Saya
merancang asesmen berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. |
v |
|
|
Saya
merancang asesmen formatif untuk mengukur capaian pembelajaran yang
berkelanjutan selama proses pembelajaran . |
v |
|
|
Saya
mengembangkan instrumen penilaian autentik. |
v |
|
|
Saya
mengumpulkan data asesmen untuk mengetahui perkembangan pencapaian peserta
didik. Selanjutnya, dipergunakan sebagai dasar menentukan tindakan lanjutan. |
v |
|
|
Langkah 3.
Merancang Kegiatan Pembelajaran |
||
|
Saya
menentukan alur belajar berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran. |
v |
|
|
Saya
mendesain aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk
menjelajahi konsep secara mendalam. |
v |
|
|
Saya
memilih strategi pembelajaran yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran
yang tedapat pada asesmen. |
v |
|
|
Saya
memilih model/metode/pendekatan pembelajaran yang relevan untuk mencapai
tujuan pembelajaran. |
v |
|
|
Saya
mengembangkan aktivitas berdasarkan kebutuhan belajar peserta didik untuk
mencapai tujuan pembelajaran. |
v |
|
|
Saya
mengembangkan aktivitas pembelajaran terintegrasi dengan konteks nyata. |
v |
|
|
Saya
mengembangkan aktivitas pembelajaran berdasarkan keragaman kemampuan awal
peserta didik. |
v |
|
|
Saya
mendesain aktivitas pembelajaran berbasis active
learning. |
v |
|
|
Saya
mengembangkan aktivitas pembelajaran untuk mencapai konsep-konsep esensial. |
v |
|
Bagaimana kesimpulan Bapak/Ib
guru setelah mengisi rubrik checklist?
Berdasarkan rancangan pembelajaran yang Bapak/Ibu guru miliki, pada poin berapa saja yang perlu diperbaiki?
|
Dari hasil telaah saat mengisi rubrik checklist diatas, poin yang harus benar-benar dipelajari adalah pada langkah 3 yaitu dalam merancang kegiatan pembelajaran. Pada modul ajar yang telah dibuat memang benar sudah dilengkapi sesuai dengan langkah yang telah ditentukan pada prinsip UbD. Akan tetapi, terkadang dalam pelaksanaan di lapangan cukup sulit untuk diimplementasikan. Hal ini, berkaitan dengan kompetensi dan keterampilan saya sebagai guru. Keterampilan guru juga terlihat pada setiap kreatifitas dan inovasi yang dilakukan oleh guru di dalam kelas. Dari hasil telaah ini memberikan saya pemahaman bahwa saya sebagai guru harus berupaya untuk memilih pendekatan yang tepat sesuai kebutuhan belajar peserta didik agar tercipta pengalaman pembelajaran yang efektif dan bermakna. Karena kegiatan pembelajaran tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menstimulasi pemikiran kritis, refleksi, dan aplikasi konsep dalam konteks yang relevan, serta guru juga wajib menambah keterampilan diri untuk menguasai materi dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran. |
A.
INFORMASI UMUM MODUL
Nama Penyusun |
: RITA,S.Pd |
|
Instansi/Sekolah |
: SD Negeri 7 Langkai |
|
Jenjang / Kelas |
: SD / V |
|
Alokasi Waktu |
: 2 X 35 Menit
(6 x Pertemuan) |
|
Tahun Pelajaran |
: 2024 / 2025 |
B.
KOMPONEN INTI
|
Capaian
Pembelajaran Fase C |
|
|
Pada Fase C peserta didik diperkenalkan dengan sistem -
perangkat unsur yang saling terhubung satu sama lain dan berjalan dengan
aturan-aturan tertentu untuk menjalankan fungsi tertentu - khususnya yang
berkaitan dengan bagaimana alam dan kehidupan sosial saling berkaitan dalam
konteks kebhinekaan. Peserta didik melakukan suatu tindakan, mengambil suatu
keputusan atau menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan
sehari-hari berdasarkan pemahamannya terhadap materi yang telah dipelajari. |
|
|
Fase B Berdasarkan
Elemen |
|
|
Pemahaman IPAS (sains dan sosial) |
Peserta didik melakukan simulasi dengan
menggunakan gambar/bagan/alat/media sederhana tentang sistem organ tubuh
manusia (sistem pernafasan/pencernaan/peredaran darah) yang dikaitkan dengan
cara menjaga kesehatan organ tubuhnya dengan benar. Peserta didik menyelidiki bagaimana
hubungan saling ketergantungan antar komponen biotik abiotik dapat memengaruhi
kestabilan suatu ekosistem di lingkun gan sekitarnya. Berdasarkan pemahamannya terhadap konsep
gelombang (bunyi dan cahaya) peserta didik mendemonstrasikan bagaimana
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mendeskripsikan
adanya ancaman krisis energi yang dapat terjadi serta mengusulkan
upayaupaya individu maupun kolektif
yang dapat dilakukan untuk menghemat penggunaan energi dan serta penemuan
sumber energi alternatif yang dapat digunakan menggunakan sumber daya yang ada di
sekitarnya. Peserta didik mendemonstrasikan bagaimana
sistem
tata surya bekerja dan kaitannya dengan gerak rotasi dan revolusi bumi.
Peserta didik merefleksikan bagaimana perubahan kondisi alam di permukaan
bumi terjadi akibat faktor alam maupun perbuatan manusia, mengidentifikasi
pola hidup yang menyebabkan terjadinya permasalahan lingkungan serta
memprediksi dampaknya terhadap kondisi sosial kemasyarakatan, ekonomi. Di akhir fase ini peserta didik
menggunakan peta konvensional/digital untuk mengenal letak dan kondisi
geografis negara Indonesia. Peserta didik mengenal keragaman budaya nasional
yang dikaitkan dengan konteks kebhinekaan. Peserta didik menceritakan
perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan imperialisme, merefleksikan
perjuangan para pahlawan dalam upaya merebut dan mempertahankan kemerdekaan
serta meneladani perjuangan pahlawan dalam tindakan nyata sehari-hari. Di akhir fase ini, peserta didik
mengenal berbagai macam kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif di
lingkungan sekitar. Dengan penuh
kesadaran, peserta didik melakukan suatu tindakan atau mengambil suatu
keputusan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari berdasarkan
pemahamannya terhadap kekayaan kearifan lokal yang berlaku di wilayahnya
serta nilai-nilai ilmiah dari kearifan lokal tersebut.
|
|
Keterampilan proses |
1.
Mengamati Pada akhir fase C, peserta didik mengamati fenomena dan
peristiwa secara sederhana dengan menggunakan panca indra, mencatat hasil
pengamatannya, serta mencari persamaan dan perbedaannya. 2. Mempertanyakan dan memprediksi Dengan panduan, peserta didik dapat mengajukan
pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat
prediksi tentang penyelidikan ilmiah. 3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan Secara mandiri, peserta didik merencanakan dan melakukan
langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Menggunakan alat
dan bahan yang sesuai dengan mengutamakan keselamatan. Peserta didik
menggunakan alat bantu pengukuran untuk mendapatkan data yang akurat. 4. Memproses, menganalisis data dan informasi Menyajikan
data dalam bentuk tabel atau grafik serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau
hubungan pada data secara digital atau non digital. Membandingkan data dengan
prediksi dan menggunakannya sebagai bukti dalam menyusun penjelasan ilmiah. 5. Mengevaluasi dan refleksi Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan
dengan teori yang ada. Merefleksikan proses investigasi, termasuk merefleksikan validitas suatu tes. 6.
Mengomunikasikan hasil Mengomunikasikan
hasil penyelidikan
secara
utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa, serta konvensi sains yang umum
sesuai format yang ditentukan.
|
|
Tujuan Pembelajaran |
1.
Menjelaskan
sifat-sifat bunyi dan cahaya melalui percobaan sederhana. 2.
Mendemonstrasikan
bagaimana sistem pendengaran dan penglihatan manusia bekerja |
|
Profil Pancasila |
· Beriman
Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia · Berkebhinekaan
Global · Mandiri · Bernalar · Kritis ·
Kreatif |
|
Kata kunci |
· transparan · buram · bias · kornea · iris · pupil · lensa · retina · gema · gaung · intensitas · gendang
telinga · koklea · •
rumah siput |
|
Keterampilan yang
Dilatih |
1. Membaca
(memahami isi teks bacaan). 2. Melakukan
observasi. 3. Mengidentifikasi. 4. Menulis
(menuangkan gagasan atau pendapat dalam bentuk tulisan). 5. Menganalisis. 6. Mendesain
percobaan sederhana. 7. Menggambar
(menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk gambar). 8. Daya
abstraksi (menuangkan apa yang dilihat dalam bentuk tulisan). 9. Berkomunikasi
(menceritakan kembali pengalaman, mendengar cerita teman sebaya). |
|
Target
Peserta Didik : |
|
Peserta
didik Reguler
|
|
Jumlah
Siswa : |
|
Peserta didik (dimodifikasi dalam pembagian jumlah
anggota kelompok ketika jumlah siswa sedikti atau lebih banyak)
|
|
Assesmen
: |
|
Guru menilai
ketercapaian tujuan pembelajaran - Asesmen individu - Asesmen kelompok
|
|
Jenis
Assesmen : |
|
·
Presentasi ·
Produk ·
Tertulis ·
Unjuk
Kerja ·
Tertulis
|
|
Model Pembelajaran |
|
·
Tatap
muka
|
|
Ketersediaan
Materi : |
|
·
Pengayaan
untuk peserta didik berpencapaian tinggi: YA/TIDAK ·
Alternatif
penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit memahami
konsep: YA/TIDAK
|
|
Kegiatan
Pembelajaran Utama / Pengaturan peserta didik : |
|
·
Individu ·
Berkelompok
(Lebih dari dua orang)
|
|
Metode dan Model Pembelajaran : |
|
inquiry, Diskusi,
Presentasi
|
|
Media Pembelajaran |
|
1. Referensi percobaan sifat-sifat cahaya (Lampiran 1.4); 2. Alat tulis; 3. Alat mewarnai; 4. Cermin datar; 5. Senter; 6. Gelas; 7. Prisma (jika ada, untuk membuat pelangi); 8.
Material lainnya menyesuaikan dengan
desain yang siswa buat atau berdasarkan referensi di Lampiran 1.4. |
|
Materi Pembelajaran |
|
Bab 1- Melihat karena Cahaya, Mendengar karena Bunyi Topik A: Cahaya dan Sifatnya Topik B: Melihat karena Cahaya Topik C: Bunyi dan Sifatnya Topik D: Mendengar karena Bunyi
|
|
Sumber Belajar : |
|
1. Sumber Utama ·
Buku
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial kelas V SD
2.
Sumber Alternatif Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar
yang terdapat di lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedang
dibahas.
|
|
Persiapan
Pembelajaran : |
|
a.
Memastikan semua sarana prasarana,
alat, dan bahan tersedia b.
Memastikan kondisi kelas kondusif c.
Mempersiapkan bahan tayang d. Mempersiapkan lembar kerja siswa
|
|
Langkah-langkah
Kegiatan pembelajaran : |
|
Pengenalan
Topik Bab 1 Melihat karena Cahaya, Mendengar karena Bunyi |
|
Pertanyaan Esensial: |
|
1.
Informasi apa yang kalian dapatkan dari melihat? 2.
Informasi apa yang kalian dapatkan dari mendengar? |
|
Kegiatan Pembuka |
|
·
Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis
untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. ·
Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar
bersemangat pada saat mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat
membangkitkan semangat belajar peserta didik. ·
Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran
dilaksanakan. ·
Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap
aktivitas pembuka tersebut dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan
belajar yang akan dilaksanakan. ·
Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan
rencana kegiatan pembelajaran. |
|
Kegiatan Inti |
|
1. Mulailah kelas dengan
melakukan permainan yang berkaitan dengan penglihatan dan pendengaran,
seperti: a. Pesan berantai
menggunakan telepon benang. Siapkan telepon benang sesuai jumlah kelompok. b. Saat bermain, ajak juga
peserta didik untuk menyentuh benang dan merasakan getarannya saat salah satu
teman bersuara. Tujuannya untuk mengingatkan kembali bahwa bunyi berasal dari
getaran. c. Menebak benda dengan
mata tertutup. Peserta didik meraba sebuah benda yang disimpan di dalam
kotak. Kemudian, menebak benda apa yang mereka raba. Bisa juga jenis permainan
lain yang dilakukan dengan mata tertutup. d. Tebak bunyi. Peserta
didik menirukan bunyi tertentu di depan kelas. Kemudian, teman-temannya
mencoba menebak bunyi yang dimaksud. e. Tebak gambar. Guru
memberikan sebuah kata benda/situasi kepada salah satu peserta didik.
Kemudian, peserta didik menggambar di depan kelas dan ditebak oleh
teman-temannya. 2. Lanjutkan kegiatan
diskusi mengenai indra yang mereka pakai (atau tidak mereka pakai) saat
melakukan permainan di atas, seperti: a. Mengapa kalian tidak
bisa melihat ketika memakai penutup mata? (pertanyaan ini untuk mengaitkan
proses melihat dengan cahaya) b. Mengapa kalian bisa
menebak suatu bunyi walaupun tidak melihat sumber bunyinya? 3. Ajak peserta didik
untuk melihat gambar pembuka bab. Tanyakan kepada mereka jika mereka hadir
dalam festival tersebut, apa yang kira-kira mereka lihat dan dengar?
Diskusikan juga pertanyaan berikut. a. Mengapa kalian bisa
membayangkan sesuatu walaupun tidak hadir atau tidak melihat langsung? b. Mengapa kalian bisa
membayangkan sebuah suara atau bunyi walaupun tidak sedang mendengarnya? Kedua jawaban di atas berhubungan dengan
rekaman atau ingatan yang ada di otak kita. Pertanyaan tersebut bertujuan
untuk mengaitkan proses melihat dan mendengar dengan otak. 4. Kaitkan juga proses
melihat dan mendengar sebagai salah satu bentuk informasi dengan
mendiskusikan pertanyaan berikut. a. Informasi apa yang
kalian dapatkan dari melihat? b. Informasi apa yang
kalian dapatkan dari mendengar? 5. Ajak peserta didik
untuk memikirkan informasi apa yang mereka dapatkan dari keseharian mereka,
baik yang melalui visual maupun bunyi. misalnya, informasi jam istirahat
melalui bunyi bel, informasi lampu lalu lintas melalui visual, informasi
tanda bahaya melalui alarm, dan masih banyak lagi. 6.
Galilah
pengetahuan awal peserta didik mengenai cahaya, bunyi, proses melihat, dan
mendengar. Tanyakan juga apa yang ingin mereka ketahui saat belajar bab ini. 7.
Sampaikan
tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam bab ini dan elaborasikan dengan
apa yang ingin diketahui peserta didik tentang mata dan telinga.
|
|
Kegiatan Penutup |
|
·
Peserta
didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru. ·
Peserta
didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap
materi ·
Guru
memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya. ·
Guru menutup pelajaran
dan secara bergantian memberikan
kesempatan kepada peserta didik lain
untuk memimpin doa bersama setelah
selesai pembelajaran
|
|
Topik
A : Cahaya dan Sifatnya |
||||||
|
Tujuan Pembelajaran” |
||||||
|
1. Peserta
didik bisa mendesain percobaan sederhana untuk membuktikan sifat cahaya. 2. Peserta
didik bisa menjelaskan sifat-sifat cahaya berdasarkan hasil pengamatan atau
percobaan. |
||||||
|
Pertanyaan Esensial: |
||||||
|
1.
Bagaimana cahaya merambat? 2.
Mengapa ada bayangan? Apa yang memengaruhi bentuk bayangan? 3.
Mengapa kita bisa melihat bayangan kita di cermin? 4.
Bagaimana pelangi terbentuk? |
||||||
|
Kegiatan Pembuka |
||||||
|
·
Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis
untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. ·
Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar
bersemangat pada saat mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat
membangkitkan semangat belajar peserta didik. ·
Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran
dilaksanakan. ·
Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap
aktivitas pembuka tersebut dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan
belajar yang akan dilaksanakan. ·
Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan
rencana kegiatan pembelajaran. |
||||||
|
Kegiatan Inti |
||||||
|
1. Lakukan kegiatan
literasi dengan narasi pembuka Topik A pada Buku Siswa. 2. Lanjutkan diskusi
dengan bertanya pengalaman peserta didik mengenai situasi pada gambar. Guru juga dapat memancing diskusi
dengan bertanya: a. Di mana sumber cahaya
pada gambar di buku? b. Apa yang kalian ketahui
tentang cahaya? (Ingatkan bahwa mereka sudah mengenal energi cahaya dari
kelas 3) c. Apa saja sumber cahaya
yang kalian manfaatkan sehari-hari? 3. Diskusikan bersama
peserta didik mengenai sifat-sifat cahaya yang ada pada Buku Siswa. Sifat-sifat ini sering mereka alami
dalam kehidupan seharihari. Lakukan diskusi dengan lebih banyak menggali
pengamatan mereka di keseharian, baru masukkan konsep sains dalam pengamatan
tersebut. 4. Setelah peserta didik
mulai mengenal sifat-sifat cahaya, bagi peserta didik ke dalam kelompok yang
terdiri atas 4 - 5 orang peserta didik. 5. Berikan penjelasan
kepada peserta didik mengenai kegiatan kelompok yang akan mereka kerjakan
sesuai panduan di Buku Siswa. 6. Minta perwakilan
kelompok untuk mengambil kertas undian yang akan menentukan sifat cahaya yang
perlu mereka buktikan. 7. Jika memiliki fasilitas
perpustakaan dengan buku yang sesuai atau fasilitas internet, ajaklah peserta
didik untuk melakukan penelusuran mengenai percobaan yang bisa mereka coba.
Bisa juga menggunakan referensi pada Lampiran 1.4 untuk dijadikan sumber
bacaan peserta didik. Biarkan peserta didik membaca, mempelajari, dan
menentukan terlebih dahulu secara mandiri percobaan yang mau mereka
buat. 8. Beri arahan target yang
jelas untuk setiap kegiatan, misal: a. Pertemuan pertama:
menentukan desain dan kebutuhan alat dan bahan. Saat peserta didik memberikan keputusan desain serta
kebutuhan alat dan bahan, berikan masukan untuk alat dan bahan yang lebih
mudah ditemukan. b. Pertemuan kedua:
melakukan uji coba dari alat dan bahan yang tersedia dan menulis instruksi.
Arahkan peserta didik untuk menggunakan kemampuan bahasanya dan menulis
langkah percobaan yang jelas dan mudah dipahami temannya. Berikan contoh sebuah langkah percobaan
untuk dipelajari peserta didik. 9.
Pastikan
peserta didik sudah melakukan uji coba dan berhasil sebelum masuk ke tahap
selanjutnya. Pastikan juga langkah pengerjaan yang dibuat peserta didik di
setiap kelompok dapat dipahami oleh kelompok lain.
1.
Aktivitas
ini bisa dilakukan dengan dua cara yang bisa disesuaikan dengan kondisi
kelas, yaitu: Cara
1: Peserta
didik melakukan demonstrasi di depan teman-temannya. Kelompok lain mengamati
dan menebak sifat cahaya. Guru melakukan diskusi dan pembahasan di selang
kelompok. Cara
2: Peserta
didik melakukan percobaan keliling/pos. Panduan mengenai cara ini dapat dilihat di variasi kegiatan
eksperimen pada Panduan Umum Buku Guru.
2.
Sebelum
memulai, arahkan peserta didik untuk membuat tabel berikut di buku tugasnya.
Tabel tersebut dipergunakan untuk menuliskan hasil pengamatan. Jumlah baris
dalam tabel disesuaikan dengan jumlah kelompok.
|
||||||
|
Kegiatan Penutup |
||||||
|
·
Peserta
didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru. ·
Peserta
didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap
materi ·
Guru
memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya. ·
Guru menutup pelajaran
dan secara bergantian memberikan
kesempatan kepada peserta didik lain
untuk memimpin doa bersama setelah
selesai pembelajaran |
||||||
|
Alternatif kegiatan: |
||||||
|
3.
Jika
aktivitas mendesain percobaan tidak memungkinkan dilakukan di kelas, lakukan
percobaan seperti biasa dengan mengikuti langkah percobaan pada Lampiran 1.4. 4.
Untuk
kegiatan ini, disarankan melakukan percobaan terlebih dahulu, kemudian
membahas sifat-sifat cahaya dari hasil pengamatan. |
|
Topik
B: Melihat karena Cahaya |
|
Tujuan Pembelajaran |
|
1.
Peserta didik mengetahui bagian-bagian mata dan fungsinya. 2.
Peserta didik dapat menjelaskan cara kerja mata melalui bagan atau skema
sederhana. |
|
Pertanyaan Esensial |
|
1.
Mengapa kita bisa melihat benda? 2.
Bagaimana cara mata kita bekerja? |
|
Kegiatan Pembuka |
|
·
Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis
untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. ·
Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar
bersemangat pada saat mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat
membangkitkan semangat belajar peserta didik. ·
Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran
dilaksanakan. ·
Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap
aktivitas pembuka tersebut dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan
belajar yang akan dilaksanakan. ·
Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan
rencana kegiatan pembelajaran. |
|
Kegiatan Inti |
|
1.
Lakukan
kegiatan literasi dengan narasi Topik B pada Buku Siswa. 2.
Lanjutkan
diskusi dengan menggali pengetahuan peserta didik mengenai bagian mata atau cara mata bekerja. 3.
Arahkan
peserta didik untuk menyiapkan cermin dan bagikan lembar kerja di Lampiran 1.1. 4.
Arahkan
kegiatan ini sesuai instruksi pada Buku Siswa. 5.
Setelah
peserta didik selesai melakukan kegiatan, fokuskan kembali peserta didik
kepada guru dan lakukan pembahasan bersama mengenai bagian-bagian mata dan
fungsinya. Gunakan teks “Bagian Mata dan Fungsinya” pada Buku Siswa sebagai
alat bantu. Lalu, mintalah peserta didik melengkapi bagianbagian mata yang
ada di lembar kerja. 6.
Setelah
peserta didik memahami bagian-bagian utama dalam proses melihat, gunakan
infografis “Bagaimana Kita Melihat”
pada Buku Siswa untuk mendiskusikan cara mata bekerja. Ajak peserta
didik untuk mengamati sifat cahaya yang berperan pada proses ini melalui
infografis tersebut 7.
Diskusikan
juga bersama peserta didik bagaimana proses melihat merupakan sebuah sistem
yang saling berkaitan antara bagiannya serta bagaimana otak menjadi sumber
penerjemah dari rangsangan cahaya.
1.
Arahkan
kegiatan menggambar skema sesuai dengan panduan di Buku Siswa. 2.
Untuk
peserta didik yang masih bingung dengan apa itu skema atau bagan, berilah
sebuah contoh proses lain yang sederhana di papan tulis. 3.
Arahkan
peserta didik untuk membuat skema/gambar versinya sendiri dan tidak meniru
yang ada di buku. 4.
Tips: 5.
Untuk
peserta didik yang kesulitan, fokuskan pemahaman di bagian-bagian utama
proses melihat, seperti kornea, pupil, lensa, retina, dan otak. 1. Bagi peserta didik ke
dalam kelompok berisi 3 - 4 orang. Arahkan kegiatan kelompok sesuai panduan
pada Buku Siswa. Gunakan ilustrasi gambar sebagai alat bantu untuk
mengarahkan kegiatan diskusi yang hidup. Berikan contoh cara menuliskan
pendapat atau memberi saran yang baik untuk teman. 2. Setelah kegiatan berbagi
selesai, arahkan kelompok untuk mendiskusikan pertanyaan yang ada pada Buku
Siswa. Siapkan kembali lembar kerja di Lampiran 1.1 untuk menuliskan hasil
diskusi. 3. Setelah waktu selesai,
fokuskan kembali perhatian peserta didik pada guru. Selanjutnya, lakukan
diskusi dan pembahasan bersama: a. Apa fungsi dari
berkedip dan apa yang terjadi jika kita tidak berkedip? b. Mengapa saat mata kita
terkena kotoran akan keluar air mata? c. Apakah kita boleh
melihat cahaya yang terlalu terang? Mengapa? d.
Berikan
contoh aktivitas atau pekerjaan yang membutuhkan perlindungan terhadap mata!
|
|
Kegiatan Penutup |
|
·
Peserta
didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru. ·
Peserta
didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap
materi ·
Guru
memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya. ·
Guru menutup pelajaran
dan secara bergantian memberikan
kesempatan kepada peserta didik lain
untuk memimpin doa bersama setelah
selesai pembelajaran
|
|
Topik
C: Bunyi dan Sifatnya |
|
Tujuan Pembelajaran |
|
6.
Peserta
didik bisa menjelaskan sifat-sifat bunyi berdasarkan hasil pengamatan atau
percobaan. 7.
Peserta
didik bisa menjelaskan karakteristik bunyi berdasarkan hasil pengamatan atau
percobaan. |
|
Pertanyaan Esensial |
|
1.
Bagaimana bunyi merambat? 2.
Mengapa ada bunyi keras dan pelan? 3.
Apa yang memengaruhi tinggi dan rendahnya suatu bunyi? 4.
Apa yang memengaruhi keras dan pelan suatu bunyi? 5.
Apakah kita bisa meredam suara? |
|
Kegiatan Pembuka |
|
·
Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis
untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. ·
Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar
bersemangat pada saat mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat
membangkitkan semangat belajar peserta didik. ·
Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran
dilaksanakan. ·
Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap
aktivitas pembuka tersebut dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan
belajar yang akan dilaksanakan. ·
Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan
rencana kegiatan pembelajaran. |
|
Kegiatan Inti |
|
1. Lakukan kegiatan
literasi dengan narasi Topik C pada Buku Siswa. Lakukan diskusi mengenai
sumber bunyi dan alat musik yang dimainkan pada gambar pembuka topik. Berikan
pertanyaan berikut pada peserta didik: a. Manakah yang menghasilkan bunyi
dengan nada tinggi? b. Manakah yang menghasilkan bunyi
dengan nada rendah? c. Apa yang perlu dilakukan Ian untuk
menghasilkan suara yang lebih kencang? 2. Bagi peserta didik
dalam kelompok yang terdiri atas 3 - 4 orang dan bagikan lembar kerja pada
Lampiran 1.2. 3. Arahkan setiap kelompok
untuk menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk percobaan. Untuk
memandu kegiatan percobaan, lihat variasi kegiatan eksperimen pada Panduan
Umum Buku Guru. 4. Untuk percobaan dalam
kegiatan ini bisa dilakukan dengan tiga cara yang bisa disesuaikan dengan
kondisi kelas. 5.
Berikan
arahan untuk kegiatan percobaan sesuai panduan di Buku Siswa.
6. Setelah semua kelompok
melakukan ketiga percobaan, arahkan kelompok untuk mendiskusikan pertanyaan
yang ada di Buku Siswa. a. Media apa saja yang
bisa merambatkan bunyi dari ketiga percobaan yang telah dilakukan? b. Di antara ketiga
percobaan yang telah dilakukan, mana menurut kalian media yang paling baik
merambatkan bunyi? (terdengar lebih keras dan jelas) c. Dari percobaan 1 dan 2,
menurut kalian ke mana saja arah bunyi bergerak? 7. Lakukan pembahasan
bersama mengenai sifat bunyi. Gunakan teks “Sifat Bunyi” sebagai alat bantu.
Pada saat menjelaskan, guru dapat melakukan: a. Saat membahas mengenai
arah gelombang suara, lakukan demonstrasi gelombang suara menggunakan garpu tala, seperti pada
ilustrasi gambar pada materi “Sifat Bunyi” di Buku Siswa. Siapkan baskom
berisi air. Ketuk garpu tala dan sentuh permukaan air dengan garpu tala.
Tujuannya agar peserta didik bisa mengamati langsung bagaimana getaran bunyi
yang bergerak ke segala arah. b. Saat membahas mengenai
pantulan suara, aturlah agar peserta didik dapat mengamati perbedaan suara
dengan menggunakan kaleng bekas yang berlubang dan yang tidak secara
bergiliran. Isi kaleng dengan kain atau busa untuk mendemonstrasikan
peredaman suara. 8.
Selesai
pembahasan, arahkan peserta didik menuliskan kesimpulan mengenai sifat bunyi
pada lembar kerja. 1. Berikan arahan kepada
peserta didik mengenai langkah percobaan sesuai panduan pada Buku Siswa. 2. Bagikan Lembar Kerja
1.3 kepada masing-masing peserta didik dan arahkan untuk menulis hasil
pengamatan pada percobaan 1 dan 2 di lembar kerja. 3.
Setelah
peserta didik mencoba/mengamati kedua percobaan dan bagaimana bunyi bisa
terdengar rendah atau tinggi, keras atau pelan, lakukan pembahasan mengenai
tinggi rendah bunyi serta intensitas bunyi. Gunakan teks pada Buku Siswa
sebagai alat bantu. 4.
Setelah
pembahasan, arahkan peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang ada pada
lembar kerja dan menuliskan kesimpulan percobaan.
|
|
Kegiatan Penutup |
|
·
Peserta
didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru. ·
Peserta
didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap
materi ·
Guru
memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya. ·
Guru menutup pelajaran
dan secara bergantian memberikan
kesempatan kepada peserta didik lain
untuk memimpin doa bersama setelah
selesai pembelajaran
|
|
Topik
D: Mendengar karena Bunyi |
|
Tujuan Pembelajaran |
|
5.
Peserta
didik mengetahui bagian-bagian telinga dan fungsinya. 6.
Peserta
didik dapat menjelaskan cara kerja telinga melalui bagan atau skema
sederhana. |
|
Pertanyaan Esensial |
|
1.
Mengapa kita bisa mendengar bunyi? 2.
Bagaimana cara telinga kita bekerja? 3.
Apa bahaya suara yang keras terhadap telinga kita? |
|
Kegiatan Pembuka |
|
·
Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis
untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. ·
Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar
bersemangat pada saat mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat
membangkitkan semangat belajar peserta didik. ·
Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran
dilaksanakan. ·
Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap
aktivitas pembuka tersebut dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan
belajar yang akan dilaksanakan. ·
Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan
rencana kegiatan pembelajaran. |
|
Kegiatan Inti |
|
1.
Lakukan
kegiatan literasi dengan narasi topik D pada Buku Siswa. Lakukan diskusi
mengenai perilaku Ian pada gambar pembuka topik. Galilah juga pengetahuan
peserta didik mengenai gendang telinga dan bagaimana cara kerja telinga. 2.
Bagi
peserta didik ke dalam kelompok yang terdiri atas 3 - 4 orang. 3.
Siapkan
alat dan bahan yang dibutuhkan. Berikan arahan mengenai percobaan yang akan
mereka lakukan sesuai instruksi pada Buku Siswa. Beberapa catatan terkait
percobaan ini: a.
Bagian
perut balon yang digunting disesuaikan dengan ukuran toples/ gelas yang
dipakai. Tunjukkan pada peserta didik bagian mana yang perlu mereka gunting. b.
Saat
memasangkan balon dan karet ke mulut gelas/toples, perlu ada yang menahan
wadah agar tidak jatuh. c.
Pastikan
balon yang terpasang dalam keadaan rapat dan renggang. Dalam keadaan ini,
balon sangat mudah untuk robek sehingga sebaiknya tidak terlalu banyak
dipegang. d.
Jika
tidak ada balon, bisa menggunakan plastik bungkus atau plastik tipis. Gunakan
karet untuk menahan plastik dan pastikan plastik dalam kondisi renggang. e. Taburkan garam sedikit
saja, tidak perlu terlalu banyak. f. Jika pergerakan garam
kurang terlihat, perbaiki lapisan balon atau plastik sehingga lebih renggang. 4. Setelah peserta didik
melakukan percobaan, arahkan mereka untuk mendiskusikan pertanyaan pada Buku Siswa. a. Apa yang teramati pada
garam di atas balon saat kalian bersuara? b. Menurut kalian apa yang
membuat garam bergerak?
c. Jika balon robek,
apakah garam masih bisa bergerak? 5.
Lakukan
pembahasan mengenai percobaan ini serta kaitkan dengan bagaimana telinga kita
bekerja. Gunakan teks pada Buku Siswa sebagai alat bantu. Diskusikan bersama
peserta didik bagaimana proses mendengar merupakan sebuah sistem yang saling
berkaitan antara bagiannya serta bagaimana otak kembali menjadi sumber
penerjemah dari rangsangan (untuk mendengar rangsangannya adalah bunyi). 6.
Di
akhir kegiatan, arahkan peserta didik untuk menulis kesimpulan mengenai
hubungan percobaan yang dilakukan dengan telinga pada buku tugas. 1.
Arahkan
kegiatan menggambar skema sesuai dengan panduan di Buku Siswa. 2.
Arahkan
peserta didik untuk membuat skema/gambar versinya sendiri tidak meniru yang
ada di buku. 1.
Arahkan
peserta didik untuk berkumpul lagi dengan kelompoknya. 2.
Berikan
penjelasan mengenai kegiatan kelompok sesuai panduan pada Buku Siswa. Gunakan
cara yang sama dengan kegiatan berbagi pada topik B. 3.
Setelah
kegiatan berbagi selesai, arahkan kelompok untuk mendiskusikan pertanyaan yang
ada pada Buku Siswa. 4.
Setelah
waktu selesai, lakukan diskusi dan pembahasan bersama. a.
Menurut
kalian bagian mana dari telinga yang berfungsi untuk melindungi telinga dari
benda asing? b.
Mengapa
saat kita menutup telinga suara yang kita dengar menjadi kecil? (Petunjuk:
lihat kembali cara telinga kita mendengar) c.
Apakah
kita boleh mendengarkan suara yang terlalu keras? Mengapa? d.
Pikirkanlah
aktivitas atau pekerjaan yang membutuhkan perlindungan terhadap telinga! |
|
Kegiatan Penutup |
|
·
Peserta
didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru. ·
Peserta
didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap
materi ·
Guru
memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya. ·
Guru menutup pelajaran
dan secara bergantian memberikan
kesempatan kepada peserta didik lain
untuk memimpin doa bersama setelah
selesai pembelajaran
|
|
Proyek
Pembelajaran |
|
Kegiatan Pembuka |
|
·
Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis
untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. ·
Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar
bersemangat pada saat mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat
membangkitkan semangat belajar peserta didik. ·
Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran
dilaksanakan. ·
Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap
aktivitas pembuka tersebut dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan
belajar yang akan dilaksanakan. ·
Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan
rencana kegiatan pembelajaran. |
|
Kegiatan Inti |
|
Memandu
Proyek Belajar 1. Untuk memandu proyek
belajar, lihat Panduan Proyek Belajar pada Panduan Umum Buku Guru. 2. Proyek bisa dibuat
menjadi satu tema, yaitu mata dan telinga seperti pada
Buku Siswa. Bisa juga dibagi menjadi dua tema pilihan, yaitu mata atau
telinga. Sesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kelas. 3. Bimbinglah peserta
didik dalam mencari informasi. Guru dapat mengarahkan peserta didik untuk
mencari informasi melalui: a. Buku (jika ada
fasilitas perpustakaan dengan koleksi buku yang sesuai, arahkan peserta didik
untuk mencari informasi di sana). b. Mengundang tenaga
kesehatan setempat atau penanggung jawab UKS sebagai narasumber. c. Daring (pastikan
peserta didik dalam bimbingan jika mencari informasi secara daring). d. Wawancara dengan guru
atau staf yang ada di sekolah. e. Buku Siswa (bagian teks
antarkegiatan atau Belajar Lebih Lanjut) 4. Ajak peserta didik
untuk mengenali karakter kelas 3 - 4 dan kira-kira penyajian media seperti
apa yang akan menarik minat mereka. 5.
Jika
memungkinkan, libatkan orang tua yang berkenan untuk menjadi fasilitator bagi
kelompok.
Menyampaikan
Media Informasi 1. Diskusikan dengan wali
kelas 3 dan 4 untuk waktu dan alur kegiatan ini. Kegiatan bisa dilakukan dengan
berbagai cara, yaitu: a. Untuk karya berupa
fisik bisa dipajang dalam waktu tertentu untuk dibaca dan dinilai oleh kelas
3 dan 4. b. Untuk karya digital
bisa menggunakan media sosial atau fasilitas multimedia jika ada. Libatkan
orang tua jika menggunakan media sosial. c. Kelompok
mempresentasikan langsung di depan kelas 3 atau 4 dan membuka sesi
pertanyaan. 2. Libatkan peserta didik
kelas 3 dan 4 untuk memberi penilaian terhadap hasil karya kakak kelasnya. 3.
Selanjutnya,
bimbing peserta didik melakukan refleksi
belajar sesuai Panduan Umum Buku
Guru. Bimbing mereka untuk benar-benar merefleksikan tanggung jawab mereka
sesuai peran dan pembagian tugas saat pembuatan proyek.
|
|
Kegiatan Penutup |
|
·
Peserta
didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru. ·
Peserta
didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap
materi ·
Guru
memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya. ·
Guru menutup pelajaran
dan secara bergantian memberikan
kesempatan kepada peserta didik lain
untuk memimpin doa bersama setelah
selesai pembelajaran
|
|
Pelaksanaan Asesmen |
|
Sikap !
Melakukan
observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada jurnal, baik
sikap positif dan negatif. !
Melakukan
penilaian antarteman. !
Mengamati
refleksi peserta didik.
Pengetahuan &
Memberikan
tugas tertulis, lisan, dan tes tertulis
Keterampilan :
Presentasi :
Proyek :
Portofolio
|
|
Pengayaan
dan Remedial |
|
|
Pengayaan: & Pengayaan
diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi pembelajaran
yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai
kompetensi dasar (KD). & Pengayaan
dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta
didik. &
Berdasarkan hasil analisis penilaian,
peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan
pembelajaran pengayaan untuk perluasan atau pendalaman materi
|
Remedial & Remedial
dapat diberikan kepada peserta didik yang capaian kompetensi dasarnya (KD)
belum tuntas. & Guru
memberi semangat kepada peserta didik yang belum tuntas. & Guru akan memberikan
tugas bagi peserta didik yang belum tuntas dalam bentuk pembelajaran ulang,
bimbingan perorangan, belajar kelompok, pemanfaatan tutor sebaya bagi peserta
didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisis penilaian.
|
|
Kriteria
Penilaian : |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
·
Penilaian
proses: berupa catatan/deskripsi kerja saat diskusi kelompok. ·
Penilaian
Akhir: Skor nilai 10-100
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Rubrik
Penilaian : |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Rubrik
Penilaian Proyek
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Rubrik
Penilaian Adik Kelas
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Refleksi
Guru: |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Refleksi
Peserta Didik: |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Agar proses belajar selanjutnya lebih baik lagi, mari
lakukan refleksi diri dengan menjawab
pertanyaan berikut. 1.
Apa
yang sudah berjalan baik di dalam kelas? Apa yang saya sukai dari kegiatan
pembelajaran kali ini? Apa yang tidak saya sukai? 2.
Pelajaran
apa yang saya dapatkan selama pembelajaran? 3.
Apa
yang ingin saya ubah untuk meningkatkan/memperbaiki pelaksanaan/hasil
pembelajaran? 4.
Dengan
pengetahuan yang saya dapat/miliki sekarang, apa yang akan saya lakukan jika
harus mengajar kegiatan yang sama di kemudian hari? 5.
Kapan
atau pada bagian mana saya merasa kreatif ketika mengajar? Mengapa? 6.
Pada
langkah keberapa peserta didik paling belajar banyak? 7.
Pada
momen apa peserta didik menemui kesulitan saat mengerjakan tugas akhir
mereka? 8.
Bagaimana
mereka mengatasi masalah tersebut dan apa peran saya pada saat itu? (Guru dapat menambahkan pertanyaan refleksi sesuai
kebutuhan).
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
C.
LAMPIRAN
|
Lembar
Kerja : |
|||||
|
Lampiran 1.1 : Lembar Kerja
Aku
dan Mataku
|
|||||
|
Lampiran 1.2 : Lembar Kerja Bunyi dan Sifatnya
|
|||||
|
Lampiran 1.4: Referensi Percobaan
Sederhana Sifat-Sifat Cahaya Bagaimana Cahaya yang Terlihat? (1) Alat dan bahan: •
kertas
karton (bisa juga memakai dus bekas) 2 atau 3 buah; •
benda
yang bisa dipakai untuk pijakan kertas, seperti lilin malam atau batu; •
gunting
atau pisau kertas; •
senter; •
kertas
warna hitam (atau warna gelap); •
penggaris.
Cara kerja: •
Buatlah
lubang dengan ukuran dan posisi yang sama di bagian bawah kertas atau dus •
Simpan
kertas gelap sebagai alas. •
Susunlah
kertas atau dus di atas alas dengan posisi berdiri dan lubang yang
sejajar seperti pada gambar. Gunakan
pijakan jika memakai kertas karton agar bisa berdiri tegak. •
Arahkan
senter ke dalam lubang. •
Amati
cahaya yang terlihat pada kertas alas. Bagaimana menurutmu sifat cahaya pada
percobaan ini? Bagaimana
Cahaya yang Terlihat? (2) Alat dan bahan: •
senter atau lilin; • selang.
Cara kerja: •
Nyalakan
senter atau lilin. •
Aturlah
posisi selang agar lurus. Mintalah bantuan teman jika mengalami kesulitan. •
Amati
cahaya dari lubang selang. Apakah kalian bisa melihat cahayanya? Apakah cahaya bisa keluar dari dalam selang? •
Sekarang
buat posisi selang melengkung seperti pada gambar. Kemudian, ulangi langkah 3. •
Amati
perbedaan yang kalian lihat. Bagaimana menurut kalian sifat cahaya pada percobaan ini? Ke
mana Cahayanya? (1) Alat dan bahan: •
cermin datar minimal 2 buah; •
senter. Cara kerja: •
Posisikan
cermin dan senter seperti pada gambar. Jika memungkinkan aturlah agar kondisi
ruangan menjadi lebih gelap. •
Amati
arah cahaya dari senter. Bagaimana menurut kalian sifat cahaya pada percobaan
ini? •
Jika
memiliki cermin lebih dari 2 buah, lakukanlah modifikasi dari percobaan ini
sesuai kreativitas kalian. Alat dan bahan: •
senter; •
cermin; •
sisir; •
kertas putih.
Cara kerja: •
Posisikan
cermin, senter, dan sisir seperti pada gambar. Gunakan kertas putih sebagai
alas. •
Jika
memungkinkan aturlah agar kondisi ruangan menjadi lebih gelap. •
Amati
arah cahaya dan bayangan pada kertas putih. Bagaimana menurut kalian sifat
cahaya pada percobaan ini? Bisakah
Kalian Melihatnya? Alat dan bahan: •
benda
bening (bisa kaca, plastik mika atau plastik bening); •
benda
buram atau sedikit tembus cahaya (bisa kain tipis, kertas buram atau
kalkir, plastik putih, dan
sebagainya); •
benda
tak tembus cahaya (bisa karton, dus, dan sebagainya); •
benda
yang bisa dipakai sebagai objek lihat (bisa pensil, tempat minum, mainan,
dan sebagainya); •
senter. Cara kerja: •
Siapkan
benda yang akan dipakai sebagai objek lihat di bagian tengah meja. •
Simpan
benda bening di depan benda. Apakah kalian masih bisa melihat benda tersebut? •
Nyalakan
senter dan arahkan menuju benda bening. Amati apa yang terjadi pada cahaya
senter. •
Ulangi
langkah 2 dan 3 dengan benda buram dan tak tembus cahaya. Bagaimana menurut
kalian sifat cahaya pada percobaan ini? Alat dan bahan: •
gelas bening; •
gelas yang tidak bening (tidak tembus cahaya); •
penggaris, sendok, sedotan, atau bahan lainnya yang bisa dicelupkan dalam
gelas; •
koin; •
selotip; •
air. Cara kerja: •
Isi
gelas bening dengan air. •
Masukkan
benda, seperti penggaris, sendok, dan sebagainya dalam gelas. •
Amati
bentuk benda dari atas gelas dan samping gelas. Apa yang kalian amati? •
Sekarang
ambil gelas yang tidak bening. •
Tempelkan
koin di dasar gelas menggunakan selotip. Tujuannya untuk mencegah koin bergeser. •
Carilah
posisi di mana kalian bisa melihat ke dalam gelas, tetapi tidak bisa
melihat koin. •
Setelah
mendapatkan posisinya, minta bantuan teman kalian untuk menuangkan air ke dalam gelas dengan perlahan. Apa
yang sekarang kalian amati dalam gelas? Bagaimana menurut kalian sifat cahaya
pada percobaan ini? Alat dan bahan: •
cermin datar kecil; •
gelas bening; •
kertas putih; •
prisma (jika ada); •
senter; •
air. Cara kerja: •
Masukkan cermin datar ke dalam gelas. •
Isi gelas dengan air. •
Nyalakan senter dan arahkan ke cermin dalam gelas. •
Pantulkan sinar ke kertas putih atau tembok putih. Amati sinar yang kalian
lihat. •
Jika ada prisma, simpan prisma di dekat tembok putih atau kertas putih. •
Jika saat kalian melakukan percobaan, sinar Matahari sedang bersinar terik,
cobalah juga menggunakan sinar
Matahari sebagai pengganti senter. •
Nyalakan senter dan arahkan ke prisma. Amati sinar yang kalian lihat.
Bagaiman menurut kalian sifat cahaya pada percobaan ini? Alat dan bahan: •
mainan, bola, gelas keramik, penghapus papan tulis, atau benda kecil lain
yang tak tembus
cahaya dan bisa berdiri tegak; •
senter; •
penggaris. Cara kerja: •
Lakukan
percobaan ini pada meja yang merapat dengan dinding. •
Simpan
benda di atas meja dengan jarak 10 - 15 cm dari tembok. Pastikan posisi benda
tidak berubah-ubah. •
Simpan
senter di atas meja dengan jarak 10 cm dari benda. Amati ukuran bayangan yang
terbentuk. Gunakan penggaris untuk mengukur tinggi bayangan jika dibutuhkan. •
Dengan
jarak yang masih sama, angkat senter dan arahkan ke benda dari atas. Amati
ukuran bayangan yang terbentuk. Gunakan penggaris untuk mengukur tinggi
bayangan jika dibutuhkan. •
Lakukan
langkah 3 dan 4 dengan jarak senter terhadap benda diubah menjadi 20 cm dan
30 cm. •
Kalian
juga bisa mengatur sendiri posisi dan jarak senter. Amati bayangan yang
terbentuk jika kalian mencoba dari posisi yang berbeda-beda. •
Apa
yang bisa kalian simpulkan mengenai sifat bayangan pada percobaan ini? |
|||||
|
Bahan Bacaan Peserta Didik : |
|||||
|
-
Guru
dan peserta didik dapat mencari berbagai informasi tentang materi Melihat
karena Cahaya, Mendengar karena Bunyi dari
berbagai media atau website resmi di bawah naungan Kementerian pendidikan,
kebudayaan, riset dan teknologi -
Buku
Panduan Guru dan siswa Ilmu
Pengetahuan Alam dan sosial kelas V SD: Kemendikbudristek 2021
|
|||||
|
Glosarium |
|||||
|
buram:
tidak bening transparan:
tembus cahaya; nyata; jelas bias:
belokan arah karena menembus benda bening yang lain skema:
bagan; garis besar; denah nada:
tinggi rendahnya bunyi gema:
bunyi pantulan yang terdengar kembali setelah sumber bunyi selesai (terjadi
di area yang luas) gaung:
bunyi pantulan yang terdengar kembali sebelum sumber bunyi selesai bersuara
(terjadi di area yang kecil) |
|||||
|
Daftar
Pustaka: |
|||||
|
Angell,
Shelomi. 2019. Segala Hal tentang Tanah Airku. Jakarta: Erlangga for Kids. Hariana,
Arief. 2008. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 2. Jakarta: Penebar Swadaya. Hasna,
Amira Naura. 2018. Sistem Ekologi. Yogyakarta: Istana Media. Hemitt,
Sally dkk. 2006. Menjelajahi dan Mempelajari Aku dan Tubuhku. Klaten: Pakar
Raya Pakarnya Pustaka. Heyworth,
R.M. 2010. Science Alive! 3. Indonesia: Pearson Education South Asia. Hwa,
Kwa Siew, et.al. 2010. My Pals Are Here! Science Student’s Book. Level
4. Malaysia: Marshall Cavendish
Education. Irtanto,
Koes dan Putranto Jokohadikusumo. 2010. Sains Kesehatan Masyarakat. Bandung:
PT. Sarana Ilmu Pustaka. Judith
S. Rycus, Ph.D., dan Ronald C. Hughes, Ph.D. 1998. The Field Guide to Child Welfare Volume III: Child Development
and Child Welfare. New York: Child Welfare League of America Press. Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
2017. Buku Siswa Kelas 5 SD Tema Ekosistem. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2017. Buku Siswa Kelas 5 SD
Tema Organ Gerak Hewan dan Manusia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia. Kirnantoro
dan Maryana. 2012. Anatomi Fisiologi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Koentjaraningrat. 1996. Pengantar Antropologi. Jakarta:
Rineka Cipta. Leng,
Ho Peck. 2017. Marshall Cavendish Activity book Stage 4. Singapore: Marshall Cavendish Education. Leng,
Ho Peck. 2017. Marshall Cavendish Pupil’s Book. Stage 4. Singapore: Marshall Cavendish Education. Leng,
Ho Peck. 2017. Marshall Cavendish Science Pupil’s Book. Singapore: Marshall
Cavendish Education. Lodish
H, Berk A, Zipursky SL, et al. 2005. Molecular Cell Biology. 4th edition. New
York: W. H. Freeman. Loxley,
et.al. 2010. Teaching Primary Science.
London: Pearson Education Limited. Loxley,
Peter, Lyn Dawes, Linda Nicholls, dan Babd Dore. 2010. Teaching Primary
Science. Pearson Education Limited. Loxley,
Peter, Lyn Dawes, Linda Nicholls, dan Babd Dore. 2010. Teaching Primary
Science. Pearson Education Limited. Luan,
K.S. & Wai Lan, T. 2009. My Pals are Here! Science Interactions Primary
5&6 Activity Book. Singapore: Marshall Cavendish Education. Luan,
K.S. & Wai Lan, T. 2009. My Pals are Here! Science Interactions Primary
5&6. Singapore: Marshall Cavendish Education. Maelo.
2018. Fakta-Fakta Flora di Indonesia. Sleman: Kyta. Marshall
Cavendish Education. 2010. My Pals are Here! Science 4B Teacher’s Guide.
Singapore: Marshall Cavendish Education. Neal,
Ted. 2019. Elementary Earth and Space Science Methods. Iowa city: IOWA
pressbook. Parker,
Steve. 2004. 100 Pengetahuan tentang Tubuh Manusia. Klaten: Pakar Raya
Pakarnya Pustaka. Pearson
Education Indonesia. 2004. New Longman Science 4. Hongkong: Longman Hong Kong
Education. Prieharti,
Yekti Mumpuni. 2016. 45 Jenis Penyakit Mata, Berbagai Jenis Penyakit &
Kelainan pada Mata. Yogyakarta: Rapha Publishing Rushayati,
Siti. 2007. Mengenal Keanekaragaman
Hayati. Jakarta: PT Grasindo. Salim,
Zamroni, Ernawati Munadi. 2016. Info Komoditi Timah. Jakarta: Badan
Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik
Indonesia. Spurgeon,
Richard. 2004. Sains & Percobaan Ekologi. Bandung: Pakar Raya. Sulaeman,
M. Munandar. 1992. Ilmu Budaya
Dasar-Suatu Pengantar. Bandung: Eresco. Tarbuck,
Edward J; Lutgens, Frederick K. 1988. Earth science Columbus. Ohio: Merrill
& A Bell & Howell Information. The
Korean Society of Elementary Science Education, Shing Dong Hoon. 2019. Seri
Edukasi Britannica: Lingkungan. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer. Tim
Bina Karya Guru. 2010. Science 6A for Elementary School Year VI Semester 1.
Jakarta: Erlangga. Tim
BKG. 2017. Buku IPS Terpadu kelas 5 SD Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit
Erlangga. Vlekke,
Bernard H. M. 2013. Nusantara; Sejarah
Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer
Gramedia. Wiese,
Jim. 2005. Sains Dari Kepala Sampai Kaki. Klaten: Pakar Raya Pakarnya
Pustaka. Wijaya,
Thomas. 2019. Bentuk Usaha dalam Kegiatan Ekonomi. Sleman: Deepublish. Woodward,
John, Jen Green. 2010. Ekologi. Bandung: Pakar Raya. |
Saya sangat apresiasi sekali dengan penulis blog ini yang telah membagikan pembelajaran tentang rancangan pembelajaran menggunakan alur UbD lengkap dengan modul ajarnya.
BalasHapusTerimakasih mohon izin untuk memodifikasi modulnya😁🙏🏻
Tulisanmu tentang penerapan prinsif UbD sangat informatif, saya setuju bahwa demonstrasi kontekstual memperkuat pemahaman siswa. Saya menantikan tulisan-tulisan berikutnya dari kamu.
BalasHapusSecara keseluruhan konten yang dibuat menggunakan Prinsip UbD dan dilengkapi dengan modul ajarnya sudah sangat bagus dan sesuai dengan tuntutan standar kompetensi yang dberikan sudah disesuaikan dengan kualitas murid dan mudah dipahami.
BalasHapusSaya sangat mengpresisasi tulisan tentang Penggunaan Prinsip UbD sekaligus modul pembelajarannya. Semoga bisa bermanfaat bagi dunia pendidikan.
BalasHapus