Demonstrasi Kontekstual: Hasil Telaah Rancangan Pembelajaran Menggunakan Prinsip UbD

 

TELAAH RANCANGAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PRINSIP UbD

(Understanding by Desain)

 

1.2 RUBRIK CHECKLIST PERANCANGAN PEMBELAJARAN DENGAN PRINSIP UbD

Item Pernyataan

Sudah

Belum

Langkah 1. Menentukan Tujuan Pembelajaran

Saya mengidentifikasi sasaran pembelajaran dan fokus pada pemahaman konsep yang mendalam dan penerapan pengetahuan dalam konteks nyata.

v

 

Saya menentukan pemahaman utama yang mencakup inti dari pembelajaran dan evaluasi pemahaman peserta didik.

v

 

Saya mengidentifikasi kemampuan penting yan fokus pada keterampilan yang relevan dengan konten pembelajaran dan dapat diterapkan di kehidupan nyata.

v

 

Saya merumuskan pertanyaan esensial yang mendorong peserta didik untuk menjelajahi konsep-konsep dan merumuskan pemahaman mereka sendiri.

v

 

Saya menentukan kriteria keberhasilan capaian pembelajaran.

v

 

Saya merumuskan tujuan pembelajaran dalam berbagai kategori kemampuan peserta didik.

v

 

Langkah 2. Menentukan Asesmen Pembelajaran

Saya mengidentifikasi bukti kinerja atau produk yang dapat menunjukkan pencapaian tujuan pembelajaran.

v

 

Saya merancang rubrik penilaian yang jelas dan terukur untuk setiap jenis bukti kinerja.

v

 

Saya merancang asesmen berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

v

 

Saya merancang asesmen formatif untuk mengukur capaian pembelajaran yang berkelanjutan selama proses pembelajaran .

v

 

Saya mengembangkan instrumen penilaian autentik.

v

 

Saya mengumpulkan data asesmen untuk mengetahui perkembangan pencapaian peserta didik. Selanjutnya, dipergunakan sebagai dasar menentukan tindakan lanjutan.

v

 

Langkah 3. Merancang Kegiatan Pembelajaran

Saya menentukan alur belajar berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran.

v

 

Saya mendesain aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjelajahi konsep secara mendalam.

v

 

Saya memilih strategi pembelajaran yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang tedapat pada asesmen.

v

 

Saya memilih model/metode/pendekatan pembelajaran yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

v

 

Saya mengembangkan aktivitas berdasarkan kebutuhan belajar peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.

v

 

Saya mengembangkan aktivitas pembelajaran terintegrasi dengan konteks nyata.

v

 

Saya mengembangkan aktivitas pembelajaran berdasarkan keragaman kemampuan awal peserta didik.

v

 

Saya mendesain aktivitas pembelajaran berbasis active learning.

v

 

Saya mengembangkan aktivitas pembelajaran untuk mencapai konsep-konsep esensial.

v

 

 

Bagaimana kesimpulan Bapak/Ib guru setelah mengisi rubrik checklist?

Berdasarkan rancangan pembelajaran yang Bapak/Ibu guru miliki, pada poin berapa saja yang perlu diperbaiki?

Dari hasil telaah saat mengisi rubrik checklist diatas, poin yang harus benar-benar dipelajari adalah pada langkah 3 yaitu dalam merancang kegiatan pembelajaran. Pada modul ajar yang telah dibuat memang benar sudah dilengkapi sesuai dengan langkah yang telah ditentukan pada prinsip UbD. Akan tetapi, terkadang dalam pelaksanaan di lapangan cukup sulit untuk diimplementasikan. Hal ini, berkaitan dengan kompetensi dan keterampilan saya sebagai guru. Keterampilan guru juga terlihat pada setiap kreatifitas dan inovasi yang dilakukan oleh guru di dalam kelas. Dari hasil telaah ini memberikan saya pemahaman bahwa saya sebagai guru harus berupaya untuk memilih pendekatan yang tepat sesuai kebutuhan belajar peserta didik agar tercipta pengalaman pembelajaran yang efektif dan bermakna. Karena kegiatan pembelajaran tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menstimulasi pemikiran kritis, refleksi, dan aplikasi konsep dalam konteks yang relevan, serta guru juga wajib menambah keterampilan diri untuk menguasai materi dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran.


Berikut modul ajar yang telah dibuat pada ruang kolaborasi.

 

MODUL AJAR


 

 

RITA, S.Pd

SD NEGERI 7 LANGKAI

 

 

 

 

 

 

 


A.   INFORMASI UMUM MODUL

Nama Penyusun

: RITA,S.Pd

Instansi/Sekolah

: SD Negeri 7 Langkai

Jenjang / Kelas

: SD / V

Alokasi Waktu

:  2 X 35 Menit  (6 x Pertemuan)

Tahun Pelajaran

: 2024 / 2025

 

 

B.   KOMPONEN INTI

Capaian Pembelajaran Fase C

Pada Fase C peserta didik diperkenalkan dengan sistem - perangkat unsur yang saling terhubung satu sama lain dan berjalan dengan aturan-aturan tertentu untuk menjalankan fungsi tertentu - khususnya yang berkaitan dengan bagaimana alam dan kehidupan sosial saling berkaitan dalam konteks kebhinekaan. Peserta didik melakukan suatu tindakan, mengambil suatu keputusan atau menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari berdasarkan pemahamannya terhadap materi yang telah dipelajari.

Fase B Berdasarkan Elemen

Pemahaman IPAS (sains dan sosial)

Peserta didik melakukan simulasi dengan menggunakan gambar/bagan/alat/media sederhana tentang sistem organ tubuh manusia (sistem pernafasan/pencernaan/peredaran darah) yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan organ tubuhnya dengan benar.    

Peserta didik menyelidiki bagaimana hubungan saling ketergantungan antar komponen biotik abiotik  dapat memengaruhi kestabilan suatu ekosistem di lingkun gan sekitarnya.    

Berdasarkan pemahamannya terhadap konsep gelombang (bunyi dan cahaya) peserta didik mendemonstrasikan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mendeskripsikan adanya ancaman krisis energi yang dapat terjadi serta mengusulkan upayaupaya  individu maupun kolektif yang dapat dilakukan untuk menghemat penggunaan energi dan serta penemuan sumber energi alternatif yang dapat digunakan menggunakan sumber  daya yang ada di sekitarnya.   

Peserta didik mendemonstrasikan bagaimana  sistem tata surya bekerja dan kaitannya dengan gerak rotasi dan revolusi bumi. Peserta didik merefleksikan bagaimana perubahan kondisi alam di permukaan bumi terjadi akibat faktor alam maupun perbuatan manusia, mengidentifikasi pola hidup yang menyebabkan terjadinya permasalahan lingkungan serta memprediksi dampaknya terhadap kondisi sosial kemasyarakatan, ekonomi.   

Di akhir fase ini peserta didik menggunakan peta konvensional/digital untuk mengenal letak dan kondisi geografis negara Indonesia. Peserta didik mengenal keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebhinekaan. Peserta didik menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan imperialisme, merefleksikan perjuangan para pahlawan dalam upaya merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta meneladani perjuangan pahlawan dalam tindakan nyata sehari-hari.     

Di akhir fase ini, peserta didik mengenal berbagai macam kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar.   Dengan penuh kesadaran, peserta didik melakukan suatu tindakan atau mengambil suatu keputusan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari berdasarkan pemahamannya terhadap kekayaan kearifan lokal yang berlaku di wilayahnya serta nilai-nilai ilmiah dari kearifan lokal tersebut.

 

Keterampilan proses

1.    Mengamati Pada akhir fase C, peserta didik mengamati  fenomena dan peristiwa secara sederhana dengan menggunakan panca indra, mencatat hasil pengamatannya, serta mencari persamaan dan perbedaannya.  

2.    Mempertanyakan dan memprediksi Dengan panduan, peserta didik dapat  mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah.  

3.    Merencanakan dan melakukan penyelidikan Secara mandiri, peserta didik merencanakan  dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.  Menggunakan alat dan bahan yang sesuai dengan mengutamakan keselamatan. Peserta didik menggunakan alat bantu pengukuran untuk mendapatkan data yang akurat.  

4.    Memproses, menganalisis data dan informasi Menyajikan data dalam bentuk tabel atau  grafik serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital. Membandingkan data dengan prediksi dan menggunakannya sebagai bukti dalam menyusun penjelasan ilmiah.  

5.    Mengevaluasi dan refleksi Mengevaluasi kesimpulan melalui  perbandingan dengan teori yang ada. Merefleksikan proses investigasi, termasuk merefleksikan validitas suatu tes.  

6.    Mengomunikasikan hasil Mengomunikasikan hasil penyelidikan  secara utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa, serta konvensi sains yang umum sesuai format yang ditentukan.   

 

Tujuan Pembelajaran

1.    Menjelaskan sifat-sifat bunyi dan cahaya melalui percobaan sederhana.

2.    Mendemonstrasikan bagaimana sistem pendengaran dan penglihatan manusia bekerja

Profil Pancasila

·       Beriman Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia

·       Berkebhinekaan Global

·       Mandiri

·       Bernalar

·       Kritis

·       Kreatif

Kata kunci

·       transparan

·       buram

·       bias

·       kornea

·       iris

·       pupil

·       lensa

·       retina

·       gema

·       gaung

·       intensitas

·       gendang telinga

·       koklea

·       • rumah siput

Keterampilan yang Dilatih

1.    Membaca (memahami isi teks bacaan).

2.    Melakukan observasi.

3.    Mengidentifikasi.

4.    Menulis (menuangkan gagasan atau pendapat dalam bentuk tulisan).

5.    Menganalisis.

6.    Mendesain percobaan sederhana.

7.    Menggambar (menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk gambar).

8.    Daya abstraksi (menuangkan apa yang dilihat dalam bentuk tulisan).

9.    Berkomunikasi (menceritakan kembali pengalaman, mendengar cerita teman sebaya).

 

Target Peserta Didik :

Peserta didik Reguler

 

Jumlah Siswa :

Peserta didik (dimodifikasi dalam pembagian jumlah anggota kelompok ketika jumlah siswa sedikti atau lebih banyak)

 

Assesmen :  

Guru menilai ketercapaian tujuan pembelajaran

-       Asesmen individu 

-       Asesmen kelompok 

 

Jenis Assesmen :  

·         Presentasi

·         Produk

·         Tertulis

·         Unjuk Kerja

·         Tertulis

 

Model Pembelajaran

·         Tatap muka

 

Ketersediaan Materi :

·         Pengayaan untuk peserta didik berpencapaian tinggi:

YA/TIDAK

·         Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit memahami konsep:

YA/TIDAK 

 

Kegiatan Pembelajaran Utama / Pengaturan peserta didik :

·         Individu

·         Berkelompok (Lebih dari dua orang)

 

Metode dan Model Pembelajaran :

inquiry, Diskusi, Presentasi

 

Media Pembelajaran

1.   Referensi percobaan sifat-sifat cahaya (Lampiran 1.4);

2.   Alat tulis;

3.   Alat mewarnai;

4.   Cermin datar;

5.   Senter;

6.   Gelas;

7.   Prisma (jika ada, untuk membuat pelangi);

8.   Material lainnya menyesuaikan dengan desain yang siswa buat atau berdasarkan referensi di Lampiran 1.4.

Materi Pembelajaran

Bab 1- Melihat karena Cahaya, Mendengar karena Bunyi

Topik A: Cahaya dan Sifatnya

Topik B: Melihat karena Cahaya

Topik C: Bunyi dan Sifatnya

Topik D: Mendengar karena Bunyi

 

Sumber Belajar :

1. Sumber Utama

·         Buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial kelas V SD

 

2. Sumber Alternatif

Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapat di lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.

 

Persiapan Pembelajaran :

a.    Memastikan semua sarana prasarana, alat, dan bahan tersedia

b.    Memastikan kondisi kelas kondusif

c.    Mempersiapkan bahan tayang

d.    Mempersiapkan lembar kerja siswa

 

Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran :

Pengenalan Topik Bab 1 Melihat karena Cahaya, Mendengar karena Bunyi

Pertanyaan Esensial:

1. Informasi apa yang kalian dapatkan dari melihat?

2. Informasi apa yang kalian dapatkan dari mendengar?

Kegiatan Pembuka

·         Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

·         Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar bersemangat pada saat mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat membangkitkan semangat belajar peserta didik.

·         Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran dilaksanakan.

·         Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap aktivitas pembuka tersebut dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan belajar yang akan dilaksanakan.

·         Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan rencana kegiatan pembelajaran.

Kegiatan Inti

1.    Mulailah kelas dengan melakukan permainan yang berkaitan dengan penglihatan dan pendengaran, seperti:

a.    Pesan berantai menggunakan telepon benang. Siapkan telepon benang sesuai jumlah kelompok.

b.    Saat bermain, ajak juga peserta didik untuk menyentuh benang dan merasakan getarannya saat salah satu teman bersuara. Tujuannya untuk mengingatkan kembali bahwa bunyi berasal dari getaran.

c.    Menebak benda dengan mata tertutup. Peserta didik meraba sebuah benda yang disimpan di dalam kotak. Kemudian, menebak benda apa yang mereka raba. Bisa juga jenis permainan lain yang dilakukan dengan mata tertutup.

d.    Tebak bunyi. Peserta didik menirukan bunyi tertentu di depan kelas. Kemudian, teman-temannya mencoba menebak bunyi yang dimaksud.  

e.    Tebak gambar. Guru memberikan sebuah kata benda/situasi kepada salah satu peserta didik. Kemudian, peserta didik menggambar di depan kelas dan ditebak oleh teman-temannya.

2.    Lanjutkan kegiatan diskusi mengenai indra yang mereka pakai (atau tidak mereka pakai) saat melakukan permainan di atas, seperti:

a.    Mengapa kalian tidak bisa melihat ketika memakai penutup mata? (pertanyaan ini untuk mengaitkan proses melihat dengan cahaya)

b.    Mengapa kalian bisa menebak suatu bunyi walaupun tidak melihat sumber bunyinya?

3.    Ajak peserta didik untuk melihat gambar pembuka bab. Tanyakan kepada mereka jika mereka hadir dalam festival tersebut, apa yang kira-kira mereka lihat dan dengar? Diskusikan juga pertanyaan berikut.

a.    Mengapa kalian bisa membayangkan sesuatu walaupun tidak hadir atau tidak melihat langsung?

b.    Mengapa kalian bisa membayangkan sebuah suara atau bunyi walaupun tidak sedang mendengarnya?  Kedua jawaban di atas berhubungan dengan rekaman atau ingatan yang ada di otak kita. Pertanyaan tersebut bertujuan untuk mengaitkan proses melihat dan mendengar dengan otak.

4.    Kaitkan juga proses melihat dan mendengar sebagai salah satu bentuk informasi dengan mendiskusikan pertanyaan berikut.

a.    Informasi apa yang kalian dapatkan dari melihat?

b.    Informasi apa yang kalian dapatkan dari mendengar?

5.    Ajak peserta didik untuk memikirkan informasi apa yang mereka dapatkan dari keseharian mereka, baik yang melalui visual maupun bunyi. misalnya, informasi jam istirahat melalui bunyi bel, informasi lampu lalu lintas melalui visual, informasi tanda bahaya melalui alarm, dan masih banyak lagi.

6.    Galilah pengetahuan awal peserta didik mengenai cahaya, bunyi, proses melihat, dan mendengar. Tanyakan juga apa yang ingin mereka ketahui saat belajar bab ini.

7.    Sampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam bab ini dan elaborasikan dengan apa yang ingin diketahui peserta didik tentang mata dan telinga. 

 

Kegiatan Penutup

·         Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.

·         Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap materi

·         Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya.

·         Guru menutup pelajaran dan secara bergantian memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa bersama setelah selesai pembelajaran

 

 

Topik A : Cahaya dan Sifatnya

Tujuan Pembelajaran”

1.    Peserta didik bisa mendesain percobaan sederhana untuk membuktikan sifat cahaya.

2.    Peserta didik bisa menjelaskan sifat-sifat cahaya berdasarkan hasil pengamatan atau percobaan.

Pertanyaan Esensial:

1. Bagaimana cahaya merambat?

2. Mengapa ada bayangan? Apa yang memengaruhi bentuk bayangan?

3. Mengapa kita bisa melihat bayangan kita di cermin?

4. Bagaimana pelangi terbentuk?

Kegiatan Pembuka

·         Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

·         Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar bersemangat pada saat mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat membangkitkan semangat belajar peserta didik.

·         Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran dilaksanakan.

·         Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap aktivitas pembuka tersebut dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan belajar yang akan dilaksanakan.

·         Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan rencana kegiatan pembelajaran.

Kegiatan Inti

1.    Lakukan kegiatan literasi dengan narasi pembuka Topik A pada Buku Siswa.

2.    Lanjutkan diskusi dengan bertanya pengalaman peserta didik mengenai situasi  pada gambar. Guru juga dapat memancing diskusi dengan bertanya:

a.    Di mana sumber cahaya pada gambar di buku?

b.    Apa yang kalian ketahui tentang cahaya? (Ingatkan bahwa mereka sudah mengenal energi cahaya dari kelas 3)

c.    Apa saja sumber cahaya yang kalian manfaatkan sehari-hari?

3.    Diskusikan bersama peserta didik mengenai sifat-sifat cahaya yang ada  pada Buku Siswa. Sifat-sifat ini sering mereka alami dalam kehidupan seharihari. Lakukan diskusi dengan lebih banyak menggali pengamatan mereka di keseharian, baru masukkan konsep sains dalam pengamatan tersebut.  

4.    Setelah peserta didik mulai mengenal sifat-sifat cahaya, bagi peserta didik ke dalam kelompok yang terdiri atas 4 - 5 orang peserta didik.

5.    Berikan penjelasan kepada peserta didik mengenai kegiatan kelompok yang akan mereka kerjakan sesuai panduan di Buku Siswa.

6.    Minta perwakilan kelompok untuk mengambil kertas undian yang akan menentukan sifat cahaya yang perlu mereka buktikan.

7.    Jika memiliki fasilitas perpustakaan dengan buku yang sesuai atau fasilitas internet, ajaklah peserta didik untuk melakukan penelusuran mengenai percobaan yang bisa mereka coba. Bisa juga menggunakan referensi pada Lampiran 1.4 untuk dijadikan sumber bacaan peserta didik. Biarkan peserta didik membaca, mempelajari, dan menentukan terlebih dahulu secara mandiri percobaan yang mau mereka buat. 

8.    Beri arahan target yang jelas untuk setiap kegiatan, misal:

a.    Pertemuan pertama: menentukan desain dan kebutuhan alat dan bahan.  Saat peserta didik memberikan keputusan desain serta kebutuhan alat dan bahan, berikan masukan untuk alat dan bahan yang lebih mudah ditemukan.

b.    Pertemuan kedua: melakukan uji coba dari alat dan bahan yang tersedia dan menulis instruksi. Arahkan peserta didik untuk menggunakan kemampuan bahasanya dan menulis langkah percobaan yang jelas dan mudah dipahami temannya.  Berikan contoh sebuah langkah percobaan untuk dipelajari peserta didik.

9.    Pastikan peserta didik sudah melakukan uji coba dan berhasil sebelum masuk ke tahap selanjutnya. Pastikan juga langkah pengerjaan yang dibuat peserta didik di setiap kelompok dapat dipahami oleh kelompok lain. 

1.    Aktivitas ini bisa dilakukan dengan dua cara yang bisa disesuaikan dengan kondisi kelas, yaitu:

Cara 1:

Peserta didik melakukan demonstrasi di depan teman-temannya. Kelompok lain mengamati dan menebak sifat cahaya. Guru melakukan diskusi dan pembahasan di selang kelompok.

Cara 2:

Peserta didik melakukan percobaan keliling/pos. Panduan mengenai cara  ini dapat dilihat di variasi kegiatan eksperimen pada Panduan Umum Buku Guru. 

2.    Sebelum memulai, arahkan peserta didik untuk membuat tabel berikut di buku tugasnya. Tabel tersebut dipergunakan untuk menuliskan hasil pengamatan. Jumlah baris dalam tabel disesuaikan dengan jumlah kelompok.

Kelompok

Pengamatan

Sifat Cahaya

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Penutup

·         Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.

·         Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap materi

·         Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya.

·         Guru menutup pelajaran dan secara bergantian memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa bersama setelah selesai pembelajaran

Alternatif kegiatan:

3.    Jika aktivitas mendesain percobaan tidak memungkinkan dilakukan di kelas, lakukan percobaan seperti biasa dengan mengikuti langkah percobaan pada Lampiran 1.4.

4.    Untuk kegiatan ini, disarankan melakukan percobaan terlebih dahulu, kemudian membahas sifat-sifat cahaya dari hasil pengamatan.

 

Topik B: Melihat karena Cahaya

Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik mengetahui bagian-bagian mata dan fungsinya.

2. Peserta didik dapat menjelaskan cara kerja mata melalui bagan atau skema sederhana.

Pertanyaan Esensial

1. Mengapa kita bisa melihat benda?

2. Bagaimana cara mata kita bekerja?

Kegiatan Pembuka

·         Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

·         Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar bersemangat pada saat mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat membangkitkan semangat belajar peserta didik.

·         Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran dilaksanakan.

·         Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap aktivitas pembuka tersebut dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan belajar yang akan dilaksanakan.

·         Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan rencana kegiatan pembelajaran.

Kegiatan Inti

1.    Lakukan kegiatan literasi dengan narasi Topik B pada Buku Siswa.

2.    Lanjutkan diskusi dengan menggali pengetahuan peserta didik mengenai  bagian mata atau cara mata bekerja.

3.    Arahkan peserta didik untuk menyiapkan cermin dan bagikan lembar kerja di  Lampiran 1.1.

4.    Arahkan kegiatan ini sesuai instruksi pada Buku Siswa.

5.    Setelah peserta didik selesai melakukan kegiatan, fokuskan kembali peserta didik kepada guru dan lakukan pembahasan bersama mengenai bagian-bagian mata dan fungsinya. Gunakan teks “Bagian Mata dan Fungsinya” pada Buku Siswa sebagai alat bantu. Lalu, mintalah peserta didik melengkapi bagianbagian mata yang ada di lembar kerja. 

6.    Setelah peserta didik memahami bagian-bagian utama dalam proses melihat, gunakan infografis “Bagaimana  Kita  Melihat”  pada Buku Siswa untuk mendiskusikan cara mata bekerja. Ajak peserta didik untuk mengamati sifat cahaya yang berperan pada proses ini melalui infografis tersebut

7.    Diskusikan juga bersama peserta didik bagaimana proses melihat merupakan sebuah sistem yang saling berkaitan antara bagiannya serta bagaimana otak menjadi sumber penerjemah dari rangsangan cahaya.      

1.    Arahkan kegiatan menggambar skema sesuai dengan panduan di Buku Siswa.

2.    Untuk peserta didik yang masih bingung dengan apa itu skema atau bagan, berilah sebuah contoh proses lain yang sederhana di papan tulis.

3.    Arahkan peserta didik untuk membuat skema/gambar versinya sendiri dan tidak meniru yang ada di buku.

4.    Tips:

5.    Untuk peserta didik yang kesulitan, fokuskan pemahaman di bagian-bagian utama proses melihat, seperti kornea, pupil, lensa, retina, dan otak.

1.    Bagi peserta didik ke dalam kelompok berisi 3 - 4 orang. Arahkan kegiatan kelompok sesuai panduan pada Buku Siswa. Gunakan ilustrasi gambar sebagai alat bantu untuk mengarahkan kegiatan diskusi yang hidup. Berikan contoh cara menuliskan pendapat atau memberi saran yang baik untuk teman.

2.    Setelah kegiatan berbagi selesai, arahkan kelompok untuk mendiskusikan pertanyaan yang ada pada Buku Siswa. Siapkan kembali lembar kerja di Lampiran 1.1 untuk menuliskan hasil diskusi.  

3.    Setelah waktu selesai, fokuskan kembali perhatian peserta didik pada guru. Selanjutnya, lakukan diskusi dan pembahasan bersama:

a.    Apa fungsi dari berkedip dan apa yang terjadi jika kita tidak berkedip?

b.    Mengapa saat mata kita terkena kotoran akan keluar air mata? 

c.    Apakah kita boleh melihat cahaya yang terlalu terang? Mengapa?

d.    Berikan contoh aktivitas atau pekerjaan yang membutuhkan perlindungan terhadap mata! 

 

Kegiatan Penutup

·         Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.

·         Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap materi

·         Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya.

·         Guru menutup pelajaran dan secara bergantian memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa bersama setelah selesai pembelajaran

 

 

Topik C: Bunyi dan Sifatnya

Tujuan Pembelajaran

6.    Peserta didik bisa menjelaskan sifat-sifat bunyi berdasarkan hasil pengamatan atau percobaan.

7.    Peserta didik bisa menjelaskan karakteristik bunyi berdasarkan hasil pengamatan atau percobaan.

Pertanyaan Esensial

1. Bagaimana bunyi merambat?

2. Mengapa ada bunyi keras dan pelan?

3. Apa yang memengaruhi tinggi dan rendahnya suatu bunyi?

4. Apa yang memengaruhi keras dan pelan suatu bunyi?

5. Apakah kita bisa meredam suara?

Kegiatan Pembuka

·         Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

·         Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar bersemangat pada saat mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat membangkitkan semangat belajar peserta didik.

·         Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran dilaksanakan.

·         Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap aktivitas pembuka tersebut dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan belajar yang akan dilaksanakan.

·         Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan rencana kegiatan pembelajaran.

Kegiatan Inti

1.    Lakukan kegiatan literasi dengan narasi Topik C pada Buku Siswa. Lakukan diskusi mengenai sumber bunyi dan alat musik yang dimainkan pada gambar pembuka topik. Berikan pertanyaan berikut pada peserta didik:

a. Manakah yang menghasilkan bunyi dengan nada tinggi?

b. Manakah yang menghasilkan bunyi dengan nada rendah?

c. Apa yang perlu dilakukan Ian untuk menghasilkan suara yang lebih kencang?

2.    Bagi peserta didik dalam kelompok yang terdiri atas 3 - 4 orang dan bagikan lembar kerja pada Lampiran 1.2.

3.    Arahkan setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk percobaan. Untuk memandu kegiatan percobaan, lihat variasi kegiatan eksperimen pada Panduan Umum Buku Guru.

4.    Untuk percobaan dalam kegiatan ini bisa dilakukan dengan tiga cara yang bisa disesuaikan dengan kondisi kelas.  

5.    Berikan arahan untuk kegiatan percobaan sesuai panduan di Buku Siswa. 

6.    Setelah semua kelompok melakukan ketiga percobaan, arahkan kelompok untuk mendiskusikan pertanyaan yang ada di Buku Siswa.

a.    Media apa saja yang bisa merambatkan bunyi dari ketiga percobaan yang telah dilakukan?

b.    Di antara ketiga percobaan yang telah dilakukan, mana menurut kalian media yang paling baik merambatkan bunyi? (terdengar lebih keras dan jelas)

c.    Dari percobaan 1 dan 2, menurut kalian ke mana saja arah bunyi bergerak?

7.    Lakukan pembahasan bersama mengenai sifat bunyi. Gunakan teks “Sifat Bunyi” sebagai alat bantu. Pada saat menjelaskan, guru dapat melakukan:

a.    Saat membahas mengenai arah gelombang suara, lakukan demonstrasi  gelombang suara menggunakan garpu tala, seperti pada ilustrasi gambar pada materi “Sifat Bunyi” di Buku Siswa. Siapkan baskom berisi air. Ketuk garpu tala dan sentuh permukaan air dengan garpu tala. Tujuannya agar peserta didik bisa mengamati langsung bagaimana getaran bunyi yang bergerak ke segala arah.

b.    Saat membahas mengenai pantulan suara, aturlah agar peserta didik dapat mengamati perbedaan suara dengan menggunakan kaleng bekas yang berlubang dan yang tidak secara bergiliran. Isi kaleng dengan kain atau busa untuk mendemonstrasikan peredaman suara.

8.    Selesai pembahasan, arahkan peserta didik menuliskan kesimpulan mengenai sifat bunyi pada lembar kerja.

1.    Berikan arahan kepada peserta didik mengenai langkah percobaan sesuai panduan pada Buku Siswa.

2.    Bagikan Lembar Kerja 1.3 kepada masing-masing peserta didik dan arahkan untuk menulis hasil pengamatan pada percobaan 1 dan 2 di lembar kerja.

3.    Setelah peserta didik mencoba/mengamati kedua percobaan dan bagaimana bunyi bisa terdengar rendah atau tinggi, keras atau pelan, lakukan pembahasan mengenai tinggi rendah bunyi serta intensitas bunyi. Gunakan teks pada Buku Siswa sebagai alat bantu. 

4.    Setelah pembahasan, arahkan peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja dan menuliskan kesimpulan percobaan.

 

Kegiatan Penutup

·         Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.

·         Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap materi

·         Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya.

·         Guru menutup pelajaran dan secara bergantian memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa bersama setelah selesai pembelajaran

 

 

Topik D: Mendengar karena Bunyi

Tujuan Pembelajaran

5.    Peserta didik mengetahui bagian-bagian telinga dan fungsinya.

6.    Peserta didik dapat menjelaskan cara kerja telinga melalui bagan atau skema sederhana.

Pertanyaan Esensial

1. Mengapa kita bisa mendengar bunyi?

2. Bagaimana cara telinga kita bekerja?

3. Apa bahaya suara yang keras terhadap telinga kita?

Kegiatan Pembuka

·         Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

·         Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar bersemangat pada saat mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat membangkitkan semangat belajar peserta didik.

·         Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran dilaksanakan.

·         Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap aktivitas pembuka tersebut dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan belajar yang akan dilaksanakan.

·         Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan rencana kegiatan pembelajaran.

Kegiatan Inti

1.    Lakukan kegiatan literasi dengan narasi topik D pada Buku Siswa. Lakukan diskusi mengenai perilaku Ian pada gambar pembuka topik. Galilah juga pengetahuan peserta didik mengenai gendang telinga dan bagaimana cara kerja telinga.

2.    Bagi peserta didik ke dalam kelompok yang terdiri atas 3 - 4 orang.

3.    Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Berikan arahan mengenai percobaan yang akan mereka lakukan sesuai instruksi pada Buku Siswa. Beberapa catatan terkait percobaan ini:

a.    Bagian perut balon yang digunting disesuaikan dengan ukuran toples/ gelas yang dipakai. Tunjukkan pada peserta didik bagian mana yang perlu mereka gunting.

b.    Saat memasangkan balon dan karet ke mulut gelas/toples, perlu ada yang menahan wadah agar tidak jatuh.

c.    Pastikan balon yang terpasang dalam keadaan rapat dan renggang. Dalam keadaan ini, balon sangat mudah untuk robek sehingga sebaiknya tidak terlalu banyak dipegang.

d.    Jika tidak ada balon, bisa menggunakan plastik bungkus atau plastik tipis. Gunakan karet untuk menahan plastik dan pastikan plastik dalam kondisi renggang.

e.    Taburkan garam sedikit saja, tidak perlu terlalu banyak.

f.     Jika pergerakan garam kurang terlihat, perbaiki lapisan balon atau  plastik sehingga lebih renggang.

4.    Setelah peserta didik melakukan percobaan, arahkan mereka untuk  mendiskusikan pertanyaan pada Buku Siswa.

a.    Apa yang teramati pada garam di atas balon saat kalian bersuara?

b.    Menurut kalian apa yang membuat garam bergerak?

c.    Jika balon robek, apakah garam masih bisa bergerak?  

5.    Lakukan pembahasan mengenai percobaan ini serta kaitkan dengan bagaimana telinga kita bekerja. Gunakan teks pada Buku Siswa sebagai alat bantu. Diskusikan bersama peserta didik bagaimana proses mendengar merupakan sebuah sistem yang saling berkaitan antara bagiannya serta bagaimana otak kembali menjadi sumber penerjemah dari rangsangan (untuk mendengar rangsangannya adalah bunyi).

6.    Di akhir kegiatan, arahkan peserta didik untuk menulis kesimpulan mengenai hubungan percobaan yang dilakukan dengan telinga pada buku tugas.  

1.    Arahkan kegiatan menggambar skema sesuai dengan panduan di Buku Siswa.

2.    Arahkan peserta didik untuk membuat skema/gambar versinya sendiri tidak meniru yang ada di buku.

1.    Arahkan peserta didik untuk berkumpul lagi dengan kelompoknya.

2.    Berikan penjelasan mengenai kegiatan kelompok sesuai panduan pada Buku Siswa. Gunakan cara yang sama dengan kegiatan berbagi pada topik B.

3.    Setelah kegiatan berbagi selesai, arahkan kelompok untuk mendiskusikan pertanyaan yang ada pada Buku Siswa.

4.    Setelah waktu selesai, lakukan diskusi dan pembahasan bersama.

a.    Menurut kalian bagian mana dari telinga yang berfungsi untuk melindungi telinga dari benda asing?

b.    Mengapa saat kita menutup telinga suara yang kita dengar menjadi kecil? (Petunjuk: lihat kembali cara telinga kita mendengar)

c.    Apakah kita boleh mendengarkan suara yang terlalu keras? Mengapa?

d.    Pikirkanlah aktivitas atau pekerjaan yang membutuhkan perlindungan terhadap telinga!

Kegiatan Penutup

·         Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.

·         Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap materi

·         Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya.

·         Guru menutup pelajaran dan secara bergantian memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa bersama setelah selesai pembelajaran

 

 

Proyek Pembelajaran

Kegiatan Pembuka

·         Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

·         Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar bersemangat pada saat mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat membangkitkan semangat belajar peserta didik.

·         Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran dilaksanakan.

·         Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap aktivitas pembuka tersebut dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan belajar yang akan dilaksanakan.

·         Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan rencana kegiatan pembelajaran.

Kegiatan Inti

Memandu Proyek Belajar

1.    Untuk memandu proyek belajar, lihat Panduan Proyek Belajar pada Panduan Umum Buku Guru.

2.    Proyek bisa dibuat menjadi satu tema, yaitu mata dan telinga seperti pada Buku Siswa. Bisa juga dibagi menjadi dua tema pilihan, yaitu mata atau telinga. Sesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kelas.

3.    Bimbinglah peserta didik dalam mencari informasi. Guru dapat mengarahkan peserta didik untuk mencari informasi melalui:  

a.    Buku (jika ada fasilitas perpustakaan dengan koleksi buku yang sesuai, arahkan peserta didik untuk mencari informasi di sana).

b.    Mengundang tenaga kesehatan setempat atau penanggung jawab UKS sebagai narasumber.

c.    Daring (pastikan peserta didik dalam bimbingan jika mencari informasi secara daring).

d.    Wawancara dengan guru atau staf yang ada di sekolah.

e.    Buku Siswa (bagian teks antarkegiatan atau Belajar Lebih Lanjut)

4.    Ajak peserta didik untuk mengenali karakter kelas 3 - 4 dan kira-kira penyajian media seperti apa yang akan menarik minat mereka.

5.    Jika memungkinkan, libatkan orang tua yang berkenan untuk menjadi fasilitator bagi kelompok. 

 

Menyampaikan Media Informasi

1.    Diskusikan dengan wali kelas 3 dan 4 untuk waktu dan alur kegiatan ini. Kegiatan bisa dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:

a.    Untuk karya berupa fisik bisa dipajang dalam waktu tertentu untuk dibaca dan dinilai oleh kelas 3 dan 4.

b.    Untuk karya digital bisa menggunakan media sosial atau fasilitas multimedia jika ada. Libatkan orang tua jika menggunakan media sosial.

c.    Kelompok mempresentasikan langsung di depan kelas 3 atau 4 dan membuka sesi pertanyaan.  

2.    Libatkan peserta didik kelas 3 dan 4 untuk memberi penilaian terhadap hasil karya kakak kelasnya.  

3.    Selanjutnya, bimbing  peserta didik melakukan refleksi belajar sesuai Panduan          Umum Buku Guru. Bimbing mereka untuk benar-benar merefleksikan tanggung jawab mereka sesuai peran dan pembagian tugas saat pembuatan proyek. 

 

Kegiatan Penutup

·         Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.

·         Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap materi

·         Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya.

·         Guru menutup pelajaran dan secara bergantian memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa bersama setelah selesai pembelajaran

 

 

Pelaksanaan Asesmen

Sikap

! Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada jurnal, baik sikap positif dan negatif.

! Melakukan penilaian antarteman.

! Mengamati refleksi peserta didik.

 

Pengetahuan

& Memberikan tugas tertulis, lisan, dan tes tertulis

 

Keterampilan

:  Presentasi

:  Proyek

:  Portofolio

 

Pengayaan dan Remedial

Pengayaan:

&   Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai kompetensi dasar (KD).

&   Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta didik.

&   Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan untuk perluasan atau pendalaman materi

 

Remedial

&  Remedial dapat diberikan kepada peserta didik yang capaian kompetensi dasarnya (KD) belum tuntas.

&  Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum tuntas.

&  Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik yang belum tuntas dalam bentuk pembelajaran ulang, bimbingan perorangan, belajar kelompok, pemanfaatan tutor sebaya bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisis penilaian.

 

Kriteria Penilaian :

·         Penilaian proses: berupa catatan/deskripsi kerja saat diskusi kelompok.

·         Penilaian Akhir: Skor nilai 10-100 

 

Rubrik Penilaian :

Rubrik Penilaian Proyek

Kriteria Penilaian

Sangat Baik

Baik

Cukup

Perlu

Perbaikan

Hasil karya

Sesuai kriteria:

1.    Berbentuk media informasi.

2.    Penggunaan kata dan gambar menyesuaikan dengan target pembaca.

3.    Berisi informasi mengenai cara kerja mata dan telinga.

4.    Menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan mata dan telinga.

5.    Menjelaskan cara menjaga kesehatan mata dan telinga.

Memenuhi

3 – 4 kriteria

Yang  diharapkan.

Memenuhi

1 – 2 kriteria

Yang diharapkan.

Seluruh kriteria tidak terpenuhi.

Konten informasi

Penjelasan yang diberikan

benar dan lengkap.

Ada 1 – 3 kesalahan.

Ada 4 - 6

kesalahan.

Lebih dari 6

kesalahan.

Kreativitas dan

estetika

6.    Dapat memanfaatkan dan memaksimalkan bahan/ fasilitas yang ada.

7.    Membuat modifikasi atau pengembangan sendiri di luar arahan.

8.    Karya dikemas dengan rapi dan terbaca.

9.    Penjelasan menggunakan kalimat yang baik.

Tidak terlihat 1.

Tidak terlihat 2

- 3.

Seluruh

kriteria tidak

terpenuhi.

Penyelesaian

masalah dan

kemandirian

Bisa mengembangkan ide atau mencari solusi jika ada hambatan secara mandiri.

Inisiatif mencari

solusi, jika ada

hambatan dengan arahan

sesekali.

Bisa mencari

solusi, namun

dengan bimbingan.

Memerlukan Bantuan setiap

Menemukan kesulitan.

 

 

Rubrik Penilaian Adik Kelas

Kriteria Penilaian

Bagaimana kalian melihat

tampilan media ini?

Sangat

menarik dan

kreatif

Menarik

Biasa saja

 

 

 

Apakah kalian mendapatkan informasi mengenai cara mata/

telinga bekerja?

Ya

Tidak

Ragu-ragu

 

 

Apakah kalian mendapatkan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata/ telinga?

Ya

Tidak

Ragu-ragu

 

 

Apakah kalian mendapatkan informasi mengenai cara menjaga kesehatan mata/telinga?

Ya

Tidak

Ragu-ragu

 

 

Apakah kalian merasa

informasi ini bermanfaat?

Ya

Tidak

Ragu-ragu

 

 

Dari skala 1 - 5, menurut

kalian apakah media ini

berisi informasi yang jelas

dan bisa kalian pahami?

1 (sangat

tidak jelas

dan susah

dipahami)

2 (tidak

jelas dan

lumayan

susah

dipahami)

3 (cukup

jelas dan

cukup bisa

dipahami)

4 ( jelas

dan bisa

dipahami)

5 (sangat

jelas dan

mudah

dipahami)

Apa yang akan kalian lakukan setelah menerima informasi mengenai mata/ telinga?

 

Bagian apa yang paling kalian suka dari informasi ini?      

 

 

 

Refleksi Guru:

 

No

Pertanyaan

Jawaban

1

Apakah pemilihan media pembelajaran relevan dengan upaya pencapaian tujuan pembelajaran?

 

2

Apakah model pembelajaran yang digunakan

mampu mencapai tujuan pembelajaran?

 

3

Apakah kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat mengembangkan kompetensi sikap spiritual peserta didik?

 

4

Apakah pelaksanaan pembelajaran tidak keluar dari norma-norma?

 

5

Apakah pelaksanan pembelajaran dapat memberikan semangat kepada peserta didik untuk lebih antusias dalam pembelajaran selanjutnya?

 

 

 

Refleksi Peserta Didik:

Agar proses belajar selanjutnya lebih baik lagi, mari lakukan refleksi  diri dengan menjawab pertanyaan berikut.

1.    Apa yang sudah berjalan baik di dalam kelas? Apa yang saya sukai dari kegiatan pembelajaran kali ini? Apa yang tidak saya sukai?

2.    Pelajaran apa yang saya dapatkan selama pembelajaran?

3.    Apa yang ingin saya ubah untuk meningkatkan/memperbaiki pelaksanaan/hasil pembelajaran?

4.    Dengan pengetahuan yang saya dapat/miliki sekarang, apa yang akan saya lakukan jika harus mengajar kegiatan yang sama di kemudian hari?

5.    Kapan atau pada bagian mana saya merasa kreatif ketika mengajar? Mengapa?

6.    Pada langkah keberapa peserta didik paling belajar banyak?

7.    Pada momen apa peserta didik menemui kesulitan saat mengerjakan tugas akhir mereka?

8.    Bagaimana mereka mengatasi masalah tersebut dan apa peran saya pada saat itu?

(Guru dapat menambahkan pertanyaan refleksi sesuai kebutuhan).

 

 

C.   LAMPIRAN

Lembar Kerja :

Lampiran 1.1 : Lembar Kerja

 

Aku dan Mataku

Tujuan: Mengamati bagian mata dan fungsinya.

Tuliskan hasil pengamatan terhadap mata kalian sendiri pada tempat yang tersedia di

bawah ini!

Mengamati mata di cermin:

 

 

Mengamati pupil:

 

 

Melihat benda jauh dan dekat:

 

Bagian-bagian Mata

Lengkapi gambar di bawah ini dengan nama bagiannya!

 

 

Lampiran 1.2 : Lembar Kerja

Bunyi dan Sifatnya

Tujuan: Melakukan percobaan mengenai tinggi rendah nada serta intensitas

bunyi.

Mari Mengamati

Tulis hasil pengamatan kalian mengenai bunyi yang dihasilkan botol pada tabel di

bawah ini!

 

Mari Berpikir

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan hasil percobaan dan pembahasan!

·         Botol ______ menghasilkan nada tertinggi, sedangkan botol _____ menghasilkan nada terendah.

·         Tinggi rendah nada bergantung pada seberapa cepat benda tersebut bergetar.

Benda yang bergetar ____________ akan menghasilkan bunyi dengan nada ______. Sebaliknya, benda yang bergetar _______ akan menghasilkan nada ______.

·         Pada percobaan ini, udara yang ada dalam botol ____ bergetar paling cepat

sehingga menghasillkan nada yang ______.

·         Saat melakukan percobaan 2, bunyi yang dihasilkan memiliki intensitas yang ______. Adapun tinggi rendah bunyi yang dihasilkan ________.

·         Jika saya meniup botol dengan gaya yang lebih kecil maka akan menghasilkan bunyi yang _______________________________

__________________________________________________________________________

__________________________________________________________________________

Mari Menyimpulkan

Lengkapi kesimpulan berikut berdasarkan percobaan dan hasil diskusi dengan guru

kalian!

Botol dengan jumlah air yang sedikit dan jumlah udara yang _______ akan

menghasilkan bunyi dengan nada yang paling ________. Benda yang menghasilkan

bunyi dengan nada tinggi, artinya bergetar lebih _______ dibandingkan dengan benda

yang menghasilkan nada rendah.

Cara mengubah __________ pada bunyi yang dihasilkan oleh botol, yaitu dengan cara

memperbesar atau memperkecil __________ saat ______________________.

 

 

Lampiran 1.4: Referensi Percobaan Sederhana Sifat-Sifat

Cahaya

Bagaimana Cahaya yang Terlihat? (1)

Alat dan bahan:

       kertas karton (bisa juga memakai dus bekas) 2 atau 3 buah;

       benda yang bisa dipakai untuk pijakan kertas, seperti lilin malam atau batu;

       gunting atau pisau kertas;

       senter;

       kertas warna hitam (atau warna gelap);

       penggaris.

 

Cara kerja:

       Buatlah lubang dengan ukuran dan posisi yang sama di bagian bawah kertas atau dus

       Simpan kertas gelap sebagai alas.

       Susunlah kertas atau dus di atas alas dengan posisi berdiri dan lubang yang sejajar  seperti pada gambar. Gunakan pijakan jika memakai kertas karton agar bisa berdiri tegak.

       Arahkan senter ke dalam lubang.

       Amati cahaya yang terlihat pada kertas alas. Bagaimana menurutmu sifat cahaya pada percobaan ini?

Bagaimana Cahaya yang Terlihat? (2)

Alat dan bahan:

• senter atau lilin;

• selang.

 

Cara kerja:

       Nyalakan senter atau lilin.

       Aturlah posisi selang agar lurus. Mintalah bantuan teman jika mengalami kesulitan.

       Amati cahaya dari lubang selang. Apakah kalian bisa melihat cahayanya? Apakah

cahaya bisa keluar dari dalam selang?

       Sekarang buat posisi selang melengkung seperti pada gambar. Kemudian, ulangi

langkah 3.

       Amati perbedaan yang kalian lihat. Bagaimana menurut kalian sifat cahaya pada

percobaan ini?

Ke mana Cahayanya? (1)

Alat dan bahan:

• cermin datar minimal 2 buah;

• senter.

Cara kerja:

       Posisikan cermin dan senter seperti pada gambar. Jika memungkinkan aturlah agar kondisi ruangan menjadi lebih gelap.

       Amati arah cahaya dari senter. Bagaimana menurut kalian sifat cahaya pada percobaan ini?

       Jika memiliki cermin lebih dari 2 buah,   lakukanlah modifikasi dari percobaan ini sesuai kreativitas kalian.

Alat dan bahan:

• senter;

• cermin;

• sisir;

• kertas putih.

 

Cara kerja:

       Posisikan cermin, senter, dan sisir seperti pada gambar. Gunakan kertas putih sebagai alas.

       Jika memungkinkan aturlah agar kondisi ruangan menjadi lebih gelap.

       Amati arah cahaya dan bayangan pada kertas putih. Bagaimana menurut kalian sifat cahaya pada percobaan ini?

Bisakah Kalian Melihatnya?

Alat dan bahan:

       benda bening (bisa kaca, plastik mika atau plastik bening);

       benda buram atau sedikit tembus cahaya (bisa kain tipis, kertas buram atau kalkir,  plastik putih, dan sebagainya);

       benda tak tembus cahaya (bisa karton, dus, dan sebagainya);

       benda yang bisa dipakai sebagai objek lihat (bisa pensil, tempat minum, mainan, dan  sebagainya);

       senter.

Cara kerja:

       Siapkan benda yang akan dipakai sebagai objek lihat di bagian tengah meja.

       Simpan benda bening di depan benda. Apakah kalian masih bisa melihat benda tersebut?

       Nyalakan senter dan arahkan menuju benda bening. Amati apa yang terjadi pada cahaya senter.

       Ulangi langkah 2 dan 3 dengan benda buram dan tak tembus cahaya. Bagaimana menurut kalian sifat cahaya pada percobaan ini?

Alat dan bahan:

• gelas bening;

• gelas yang tidak bening (tidak tembus cahaya);

• penggaris, sendok, sedotan, atau bahan lainnya yang bisa dicelupkan dalam gelas;

• koin;

• selotip;

• air.

Cara kerja:

       Isi gelas bening dengan air.

       Masukkan benda, seperti penggaris, sendok, dan sebagainya dalam gelas.

       Amati bentuk benda dari atas gelas dan samping gelas. Apa yang kalian amati?

       Sekarang ambil gelas yang tidak bening.

       Tempelkan koin di dasar gelas menggunakan selotip. Tujuannya untuk mencegah  koin bergeser.

       Carilah posisi di mana kalian bisa melihat ke dalam gelas, tetapi tidak bisa melihat  koin.

       Setelah mendapatkan posisinya, minta bantuan teman kalian untuk menuangkan  air ke dalam gelas dengan perlahan. Apa yang sekarang kalian amati dalam gelas? Bagaimana menurut kalian sifat cahaya pada percobaan ini?

Alat dan bahan:

• cermin datar kecil;

• gelas bening;

• kertas putih;

• prisma (jika ada);

• senter;

• air.

Cara kerja:

• Masukkan cermin datar ke dalam gelas.

• Isi gelas dengan air.

• Nyalakan senter dan arahkan ke cermin dalam gelas.

• Pantulkan sinar ke kertas putih atau tembok putih. Amati sinar yang kalian lihat.

• Jika ada prisma, simpan prisma di dekat tembok putih atau kertas putih.

• Jika saat kalian melakukan percobaan, sinar Matahari sedang bersinar terik, cobalah  juga menggunakan sinar Matahari sebagai pengganti senter.

• Nyalakan senter dan arahkan ke prisma. Amati sinar yang kalian lihat. Bagaiman menurut kalian sifat cahaya pada percobaan ini?

Alat dan bahan:

• mainan, bola, gelas keramik, penghapus papan tulis, atau benda kecil lain yang tak

tembus cahaya dan bisa berdiri tegak;

• senter;

• penggaris.

Cara kerja:

       Lakukan percobaan ini pada meja yang merapat dengan dinding.

       Simpan benda di atas meja dengan jarak 10 - 15 cm dari tembok. Pastikan posisi benda tidak berubah-ubah.

       Simpan senter di atas meja dengan jarak 10 cm dari benda. Amati ukuran bayangan yang terbentuk. Gunakan penggaris untuk mengukur tinggi bayangan jika dibutuhkan.

       Dengan jarak yang masih sama, angkat senter dan arahkan ke benda dari atas. Amati ukuran bayangan yang terbentuk. Gunakan penggaris untuk mengukur tinggi bayangan jika dibutuhkan.

       Lakukan langkah 3 dan 4 dengan jarak senter terhadap benda diubah menjadi 20 cm dan 30 cm.

       Kalian juga bisa mengatur sendiri posisi dan jarak senter. Amati bayangan yang terbentuk jika kalian mencoba dari posisi yang berbeda-beda.

       Apa yang bisa kalian simpulkan mengenai sifat bayangan pada percobaan ini?

Bahan Bacaan Peserta Didik :

-       Guru dan peserta didik dapat mencari berbagai informasi tentang materi Melihat karena Cahaya, Mendengar karena Bunyi dari berbagai media atau website resmi di bawah naungan Kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi

-       Buku Panduan Guru dan siswa  Ilmu Pengetahuan Alam dan sosial kelas V SD: Kemendikbudristek 2021

 

Glosarium

buram: tidak bening

transparan: tembus cahaya; nyata; jelas

bias: belokan arah karena menembus benda bening yang lain

skema: bagan; garis besar; denah

nada: tinggi rendahnya bunyi

gema: bunyi pantulan yang terdengar kembali setelah sumber bunyi selesai (terjadi di area yang luas)

gaung: bunyi pantulan yang terdengar kembali sebelum sumber bunyi selesai bersuara (terjadi di area yang kecil)

Daftar Pustaka:

Angell, Shelomi. 2019. Segala Hal tentang Tanah Airku. Jakarta: Erlangga for Kids.

Hariana, Arief. 2008. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 2. Jakarta: Penebar Swadaya.

Hasna, Amira Naura. 2018. Sistem Ekologi. Yogyakarta: Istana Media.

Hemitt, Sally dkk. 2006. Menjelajahi dan Mempelajari Aku dan Tubuhku. Klaten: Pakar Raya Pakarnya Pustaka.

Heyworth, R.M. 2010. Science Alive! 3. Indonesia: Pearson Education South Asia.

Hwa, Kwa Siew, et.al. 2010. My Pals Are Here! Science Student’s Book. Level 4.  Malaysia: Marshall Cavendish Education.

Irtanto, Koes dan Putranto Jokohadikusumo. 2010. Sains Kesehatan Masyarakat. Bandung: PT. Sarana Ilmu Pustaka.

Judith S. Rycus, Ph.D., dan Ronald C. Hughes, Ph.D. 1998. The Field Guide to  Child Welfare Volume III: Child Development and Child Welfare. New York: Child Welfare League of America Press.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.  2017. Buku Siswa Kelas 5 SD Tema Ekosistem. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2017. Buku Siswa Kelas 5 SD Tema Organ Gerak Hewan dan Manusia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kirnantoro dan Maryana. 2012. Anatomi Fisiologi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Koentjaraningrat.  1996. Pengantar Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Leng, Ho Peck. 2017. Marshall Cavendish Activity book Stage 4. Singapore:  Marshall Cavendish Education.

Leng, Ho Peck. 2017. Marshall Cavendish Pupil’s Book. Stage 4. Singapore:  Marshall Cavendish Education.

Leng, Ho Peck. 2017. Marshall Cavendish Science Pupil’s Book. Singapore: Marshall Cavendish Education.

Lodish H, Berk A, Zipursky SL, et al. 2005. Molecular Cell Biology. 4th edition. New York: W. H. Freeman.

Loxley, et.al.  2010. Teaching Primary Science. London: Pearson Education Limited.

Loxley, Peter, Lyn Dawes, Linda Nicholls, dan Babd Dore. 2010. Teaching Primary Science. Pearson Education Limited.

Loxley, Peter, Lyn Dawes, Linda Nicholls, dan Babd Dore. 2010. Teaching Primary Science. Pearson Education Limited.

Luan, K.S. & Wai Lan, T. 2009. My Pals are Here! Science Interactions Primary 5&6 Activity Book. Singapore: Marshall Cavendish Education.

Luan, K.S. & Wai Lan, T. 2009. My Pals are Here! Science Interactions Primary 5&6. Singapore: Marshall Cavendish Education.

Maelo. 2018. Fakta-Fakta Flora di Indonesia. Sleman: Kyta.

Marshall Cavendish Education. 2010. My Pals are Here! Science 4B Teacher’s Guide. Singapore: Marshall Cavendish Education.

Neal, Ted. 2019. Elementary Earth and Space Science Methods. Iowa city: IOWA pressbook.

Parker, Steve. 2004. 100 Pengetahuan tentang Tubuh Manusia. Klaten: Pakar Raya Pakarnya Pustaka.

Pearson Education Indonesia. 2004. New Longman Science 4. Hongkong: Longman Hong Kong Education.

Prieharti, Yekti Mumpuni. 2016. 45 Jenis Penyakit Mata, Berbagai Jenis Penyakit & Kelainan pada Mata. Yogyakarta: Rapha Publishing

Rushayati, Siti.  2007. Mengenal Keanekaragaman Hayati. Jakarta: PT Grasindo.

Salim, Zamroni, Ernawati Munadi. 2016. Info Komoditi Timah. Jakarta: Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Spurgeon, Richard. 2004. Sains & Percobaan Ekologi. Bandung: Pakar Raya.

Sulaeman, M. Munandar. 1992.  Ilmu Budaya Dasar-Suatu Pengantar. Bandung: Eresco.

Tarbuck, Edward J; Lutgens, Frederick K. 1988. Earth science Columbus. Ohio: Merrill & A Bell & Howell Information.

The Korean Society of Elementary Science Education, Shing Dong Hoon. 2019. Seri Edukasi Britannica: Lingkungan. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Tim Bina Karya Guru. 2010. Science 6A for Elementary School Year VI Semester 1. Jakarta: Erlangga.

Tim BKG. 2017. Buku IPS Terpadu kelas 5 SD Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Vlekke, Bernard H. M. 2013. Nusantara;  Sejarah Indonesia. Jakarta: Kepustakaan

Populer Gramedia.

Wiese, Jim. 2005. Sains Dari Kepala Sampai Kaki. Klaten: Pakar Raya Pakarnya Pustaka.

Wijaya, Thomas. 2019. Bentuk Usaha dalam Kegiatan Ekonomi. Sleman: Deepublish.

Woodward, John, Jen Green. 2010. Ekologi. Bandung: Pakar Raya.

 


Komentar

  1. Saya sangat apresiasi sekali dengan penulis blog ini yang telah membagikan pembelajaran tentang rancangan pembelajaran menggunakan alur UbD lengkap dengan modul ajarnya.
    Terimakasih mohon izin untuk memodifikasi modulnya😁🙏🏻

    BalasHapus
  2. Tulisanmu tentang penerapan prinsif UbD sangat informatif, saya setuju bahwa demonstrasi kontekstual memperkuat pemahaman siswa. Saya menantikan tulisan-tulisan berikutnya dari kamu.

    BalasHapus
  3. Secara keseluruhan konten yang dibuat menggunakan Prinsip UbD dan dilengkapi dengan modul ajarnya sudah sangat bagus dan sesuai dengan tuntutan standar kompetensi yang dberikan sudah disesuaikan dengan kualitas murid dan mudah dipahami.

    BalasHapus
  4. Saya sangat mengpresisasi tulisan tentang Penggunaan Prinsip UbD sekaligus modul pembelajarannya. Semoga bisa bermanfaat bagi dunia pendidikan.

    BalasHapus

Posting Komentar